Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (24/4) IHSG kembali dibuka naik ke level 7.138,36 atau menguat 0,39 persen dari level 7.111,08.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 383,45 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 16 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp385,83 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 75 saham terkoreksi, sebanyak 154 saham menguat dan sebanyak 211 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Sentimen Berikut Pemicunya
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, CFP, melihat bahwa, IHSG secara teknikal pada hari ini berpotensi bergerak sideways.
“Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways di 7.070-7.200, dengan level support berada di 7.000-7.070 dan level resistance berada di 7.150-7.200,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 24 April 2024.
Ia menuturkan, bursa Wall Street ditutup menguat pada Selasa (23/4) menyusul pendapatan positif dari perusahaan-perusahaan besar, terlihat dari Dow Jones Industrial Average naik 0,69 persen menjadi 38.503,69. Indeks S&P 500 naik 1,20 persen menjadi 5.070,55. Nasdaq Composite naik 1,59 persen menjadi 15.696,64.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak menghijau pada perdagangan Selasa (23/4) mengikuti Wall Street yang kompak menguat semalam karena kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah yang lebih luas mulai mereda.
Baca juga: Iran-Israel Memanas, Begini Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia
Penguatan itu tercermin dari Indeks Nikkei 225 naik 0,3 persen, sementara Indeks Topix bertambah 0,14 persen, merupakan hari kedua beruntun indeks Jepang naik.
Adapun, Hang Seng Hong Kong melesat 1,92 persen, saham Australia S&P/ASX 200 naik 0,45 persen, Singapura Strait Times Index (STI) melonjak 1,47 persen. Sedangkan, bursa saham China Shanghai Composite terkoreksi hingga 0,74 persen dan KOSPI Korea Selatan turun 0,24 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More