Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (10/7) kembali ditutup dengan melanjutkan penguatannya pada zona hijau ke level 7.287,04 atau menguat 0,24 persen dari dibuka pada level 7.269,80.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 268 saham terkoreksi, 262 saham menguat, dan 259 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 22,67 miliar saham diperdagangkan dengan 1,09 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp8,99 triliun.
Kemudian, seluruh indeks juga mengalami penguatan, dengan IDX30 naik sebesar 0,14 persen menjadi 455,38, LQ45 mengalami penguatan 0,32 persen menjadi 912,33, SRI-KEHATI naik 0,03 persen menjadi 404,39, dan JII menguat 0,75 persen menjadi 509,63.
Baca juga: Morgan Stanley dan HSBC Turunkan Rating Pasar Saham RI, Ini yang Bakal Dilakukan OJK
Sementara itu, mayoritas sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor industrial menguat 0,52 persen, sektor non-siklikal menguat 0,45 persen, sektor kesehatan menguat 0,38 persen, sektor infrastruktur naik 0,28 persen, sektor properti menguat 0,27 persen, dan sektor bahan baku menguat flat.
Lalu, sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor teknologi melemah 0,71 persen, sektor keuangan melemah 0,31 persen, sektor transportasi melemah 0,30 persen, sektor siklikal melemah 0,28 persen, dan sektor energi melemah 0,08 persen.
Baca juga: Usai IPO, Harga Saham LABS Meroket 34,31 Persen
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS), PT Metro Realty Tbk (MTSM), dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS).
Sedangkan saham top losers adalah PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Exploitasi Energi Indonesia (CNKO), dan PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More
Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More
Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More
Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More
Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More