Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (26/6) ditutup pada zona hijau ke level 6.905,64 atau menguat 0,33 persen dari level 6.882,70 pada pembukaan perdagangan tadi pagi.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 246 saham terkoreksi, 294 saham menguat, dan 249 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 13,34 miliar saham diperdagangkan dengan 772 ribu kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,42 triliun.
Namun, indeks-indeks bergerak variatif, dengan IDX30 melemah 0,24 persen menjadi 428,70 dan Sri-Kehati melemah 0,39 persen menjadi 379,45. Sedangkan, LQ45 menguat 0,19 persen menjadi 863,29 dan JII menguat 1,26 persen menjadi 495,60.
Baca juga: Sah! Ini Dia 5 Komisaris BEI Terbaru Periode 2024-2028
Lalu, mayoritas sektor pun mengalami penguatan, dengan sektor bahan baku menguat 1,14 persen, sektor energi menguat 0,51 persen, sektor infrastruktur dan sektor kesehatan menguat 0,42 persen, sektor non-siklikal menguat 0,41 persen, dan sektor siklikal menguat 0,19 persen.
Sementara itu, sisanya mengalami pelemahan. Ini terlihat dari sektor transportasi turun 1,45 persen, sektor teknologi melemah 0,47 persen, sektor industrial melemah 0,23 persen, sektor keuangan turun 0,20 persen, dan sektor properti melemah 0,06 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), dan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT).
Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun
Sedangkan saham top losers adalah PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG), dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More