Market Update

Lanjut Menguat, IHSG Dibuka Naik 1,11 Persen ke Level 6.439

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menghijau ke level 6.439,45 dari posisi 6.368,51 atau menguat 1,11 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (15/4).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 280,87 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 26 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp338,31 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 51 saham terkoreksi, sebanyak 241 saham menguat dan sebanyak 205 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Prediksi Gerak IHSG Pekan Ini, Bakal Dipengaruhi 2 Katalis Berikut

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak variatif dalam rentang level 6.315 hingga 6.450. 

“Pada perdagangan kemarin, Senin (14/4) IHSG ditutup naik 1,7 persen atau plus 106,29 poin ke level 6.368. IHSG hari ini (15/4) diprediksi bergerak mixed dalam range 6.315-6.450,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 15 April 2025.

Ia menjelaskan, IHSG telah mengalami apresiasi dalam tiga hari beruntun. Meskipun mengalami penguatan, outflow investor asing di pasar ekuitas domestik masih tercatat sebesar Rp2,31 triliun (15/4), lalu adanya aksi profit taking pada saham Big Banks dalam momentum ex-date dividen.

Di sisi lain, sentimen yang akan memengaruhi gerak IHSG adalah Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia pada Maret 2025 tercatat USD157,1 miliar atau naik dari posisi bulan sebelumnya sebesar USD154,5 miliar. 

Posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, sekaligus di atas standar kecukupan internasional tiga bulan impor.

Adapun dari mancanegara, bursa Wall Street menguat terbatas di tengah ketidakpastian tarif yang sering berganti, yang berakibat pada indeks dollar AS turun ke level terendah sejak April 2022. 

Baca juga: Tak Masuk Indeks MSCI, Begini Gerak Saham BREN, CUAN, dan PTRO

Sementara, kinerja kuartalan emiten yang positif menopang pergerakan Wall Street, misalnya di sektor keuangan, seperti JPMorgan (JPM), Morgan Stanley (MS), BlackRock (BLK), dan Goldman Sach (GS). 

Sementara itu, Presiden Trump di awal pekan menyarankan untuk membebaskan sementara tarif otomotif sebesar 25 persen yang sebelumnya diumumkan pada 27 Maret 2025.

Pemerintah AS ingin memberi ruang bagi produsen mobil untuk mencari pasokan baru. Pernyataan tersebut membawa indeks Nikkei 225 rebound dalam dua hari beruntun (14/4). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

50 mins ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

1 hour ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

2 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

2 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

2 hours ago

Maksimalkan KUR, Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara

Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More

2 hours ago