Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (4/7) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik ke level 7.221,60 atau menguat 0,35 persen dari level 7.196,62.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 254,42 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 14 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp243,74 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 61 saham terkoreksi, sebanyak 181 saham menguat dan sebanyak 217 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan mengalami pelemahan dalam rentang level 6.980 hingga 7.050.
“Pada perdagangan Rabu (3/7), IHSG ditutup naik 1,01 persen atau plus 71,61 poin di level 7.196. IHSG hari ini (4/7) diprediksi bergerak mixed dalam range 7.100-7.210,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 4 Juli 2024.
Ia melihat, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh IHSG yang ditutup menguat, karena mengikuti pergerakan Wall Street dan Bursa Asia dengan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Sementara, pelaku pasar di akhir pekan ini mencermati data cadangan devisa (cadev) domestik periode Juni 2024, dengan posisi cadev berpotensi menurun sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah hingga ke USD16.400 per dolar AS pada periode tersebut.
Baca juga: Simak! 5 Strategi Investasi untuk Hadapi Pasar Saham yang Lesu
Adapun, dari mancanegara, Wall Street ditutup bervariasi setelah pejabat The Fed dalam risalah FOMC bulan Juni 2024 belum yakin untuk menurunkan suku bunga.
Inflasi memang telah bergerak turun, namun para pejabat The Fed masih memperhatikan data ekonomi dan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menurunkan suku bunga. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More