Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (9/12) mampu melanjutkan penguatannya dengan dibuka pada level 8.732,09 dari posisi 8.710,69 atau naik 0,25 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 1,13 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 76 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp491,78 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 106 saham terkoreksi, 301 saham menguat, dan 225 saham tetap tidak berubah.
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal berpotensi untuk melanjutkan penguatannya dalam rentang 8.750-8.800.
Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguji Level 8.737-8.768, Cek Rekomendasi Saham Analis
“Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI masih mengindikasikan peluang penguatan IHSG akan berlanjut, serta didukung oleh kenaikan volume beli. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.750-8.800,” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 9 Desember 2025.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (8/12) IHSG ditutup menguat di level 8.710,7 atau naik 0,90 persen dan sempat mencapai rekor intraday tertinggi baru di 8.720.
Saham sektor kesehatan membukukan kenaikan terbesar, sedangkan sektor industrial menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Di samping itu, rupiah ditutup melemah pada level Rp16.695 per US dolar di pasar spot pada perdagangan kemarin.
Penjualan sepeda motor domestik tumbuh 2,1 persen year on year (yoy) di November 2025, setelah tumbuh 8,4 persen yoy di Oktober 2025.
Namun secara bulanan atau month to month (mtm), penjualan sepeda motor turun 11,3 persen di November 2025, dari naik 4,1 persen pada Oktober 2025.
Meski begitu, untuk periode Januari-November 2025, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 0,4 persen yoy dibandingkan periode sama tahun 2024, atau mencapai sekitar 89-93 persenbdari target Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tahun ini sekitar 6,4-6,7 juta unit.
Penjualan sepeda motor yang membukukan pertumbuhan menjelang akhir tahun ini mengindikasikan daya beli masyarakat yang mulai membaik sejalan dengan adanya penurunan suku bunga dan paket stimulus dari pemerintah.
Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguji Level 8.737-8.768, Cek Rekomendasi Saham Analis
Selanjutnya investor akan menantikan data Indeks Keyakinan Konsumen bulan November yang diperkirakan naik di level 122 dari 121,2 di Oktober 2025 (9/12).
Lalu, data penjualan ritel Oktober diperkirakan tumbuh 4 persen yoy dari 3,7 persen yoy di September 2025 (10/12).
Adapun dari Amerika Serikat (AS), investor akan menantikan data JOLTs Job Openings bulan September dan Oktober 2025 (9/12). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More
Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More
Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More