Market Update

Lanjut Menguat, IHSG Dibuka Naik 0,25 Persen ke Level 8.732

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat ke 8.732,09 (+0,25 persen) dengan 301 saham naik, 106 turun, dan teknikal Phintraco memperkirakan penguatan berlanjut menuju 8.750–8.800.
  • Sektor kesehatan memimpin penguatan, sementara sektor industrial melemah; rupiah ditutup melemah ke Rp16.695 per dolar AS.
  • Penjualan sepeda motor tumbuh 2,1 persen yoy di November dan menunjukkan perbaikan daya beli, sementara pasar menantikan rilis data IKK, penjualan ritel, serta JOLTs AS.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (9/12) mampu melanjutkan penguatannya dengan dibuka pada level 8.732,09 dari posisi 8.710,69 atau naik 0,25 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 1,13 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 76 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp491,78 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 106 saham terkoreksi, 301 saham menguat, dan 225 saham tetap tidak berubah.

Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal berpotensi untuk melanjutkan penguatannya dalam rentang 8.750-8.800.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguji Level 8.737-8.768, Cek Rekomendasi Saham Analis

“Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI masih mengindikasikan peluang penguatan IHSG akan berlanjut, serta didukung oleh kenaikan volume beli. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.750-8.800,” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 9 Desember 2025.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (8/12) IHSG ditutup menguat di level 8.710,7 atau naik 0,90 persen dan sempat mencapai rekor intraday tertinggi baru di 8.720.

Saham sektor kesehatan membukukan kenaikan terbesar, sedangkan sektor industrial menjadi satu-satunya sektor yang melemah. 

Di samping itu, rupiah ditutup melemah pada level Rp16.695 per US dolar di pasar spot pada perdagangan kemarin. 

Penjualan sepeda motor domestik tumbuh 2,1 persen year on year (yoy) di November 2025, setelah tumbuh 8,4 persen yoy di Oktober 2025.

Namun secara bulanan atau month to month (mtm), penjualan sepeda motor turun 11,3 persen di November 2025, dari naik 4,1 persen pada Oktober 2025. 

Meski begitu, untuk periode Januari-November 2025, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 0,4 persen yoy dibandingkan periode sama tahun 2024, atau mencapai sekitar 89-93 persenbdari target Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tahun ini sekitar 6,4-6,7 juta unit. 

Penjualan sepeda motor yang membukukan pertumbuhan menjelang akhir tahun ini mengindikasikan daya beli masyarakat yang mulai membaik sejalan dengan adanya penurunan suku bunga dan paket stimulus dari pemerintah. 

Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguji Level 8.737-8.768, Cek Rekomendasi Saham Analis

Selanjutnya investor akan menantikan data Indeks Keyakinan Konsumen bulan November yang diperkirakan naik di level 122 dari 121,2 di Oktober 2025 (9/12).

Lalu, data penjualan ritel Oktober diperkirakan tumbuh 4 persen yoy dari 3,7 persen yoy di September 2025 (10/12). 

Adapun dari Amerika Serikat (AS), investor akan menantikan data JOLTs Job Openings bulan September dan Oktober 2025 (9/12). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

11 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

11 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

12 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

12 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

14 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

14 hours ago