Market Update

Lanjut Melemah, IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,88 Persen

Poin Penting

  • IHSG sesi I melemah 0,88% ke level 7.101, dengan tekanan jual mendominasi perdagangan.
  • Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin industrial (-1,53%) dan infrastruktur (-1,30%), sementara hanya transportasi dan kesehatan yang menguat.
  • Bursa Asia bergerak variatif, dengan Shanghai dan Hang Seng menguat, sedangkan Nikkei melemah tipis.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat (27/3), ditutup lanjut melemah 0,88 persen ke level 7.101,00, dari posisi pembukaan di 7.164,09.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 10,60 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 790 ribu kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,71 triliun.

Kemudian, tercatat terdapat 385 saham terkoreksi, 230 saham menguat, dan 195 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 0,50 Persen ke Level 7.128

Lalu, mayoritas sektor juga terpantau mengalami koreksi, dengan sektor industrial merosot 1,53 persen, sektor infrastruktur turun 1,30 persen, sektor teknologi melemah 0,85 persen, sektor bahan baku merosot 0,70 persen, dan sektor non-siklikal turun 0,40 persen.

Sektor lainnya, yakni sektor properti melemah 0,35 persen, sektor keuangan merosot 0,33 persen, sektor siklikal turun 0,32 persen, dan sektor energi melemah 0,05 persen.

Sedangkan, sektor sisanya terpantau masih mampu menguat, dengan sektor transportasi naik 0,62 persen dan sektor kesehatan meningkat 0,39 persen. 

Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Sideways di Rentang 7.050-7.250

Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,68 persen dan Hang Seng Index meningkat 0,67 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,03 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Putusan Denda Rp755 Miliar ke 97 Pindar Belum Inkrah, Ini Peluang Bandingnya

Poin Penting KPPU menjatuhkan denda Rp755 miliar kepada 97 pindar, namun putusan tersebut belum inkrah… Read More

18 mins ago

Purbaya Mau Pindahkan 300 Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP, Buat Apa?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana memindahkan 200–300 pegawai dari DJA ke DJP untuk… Read More

29 mins ago

Purbaya Sebut Ekonomi RI Jauh dari Krisis, Ini Buktinya

Poin Penting Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia jauh dari krisis, bahkan masih dalam fase akselerasi meski… Read More

41 mins ago

Bahlil Sebut Pasokan Minyak Kini Tak Bergantung pada Hormuz

Poin Penting: Bahlil memastikan stok energi Indonesia tetap aman meski terjadi krisis global. Pemerintah telah… Read More

58 mins ago

Efek Kasus Yaqut Permohonan Pengalihan Tahanan Meningkat, Begini Penjelasan KPK

Poin Penting KPK menegaskan pengalihan penahanan ditentukan oleh strategi penanganan perkara, bukan momentum tertentu. Permohonan… Read More

1 hour ago

Purbaya Ungkap Strategi APBN Redam Kenaikan BBM, Popularitas Presiden Ikut Terkerek

Poin Penting APBN berperan sebagai shock absorber yang menahan dampak kenaikan harga minyak dunia, sehingga… Read More

3 hours ago