Ilustrasi pegerakan harga saham:. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan atau IHSG ditutup turun ke level 7.224,29 pada hari ini (16/7) . IHSG ditutup melemah hingga 0,75 persen dari dibuka pada level 7.278,86 pada pembukaan perdagangan tadi pagi.
Berdasarkan statistik RTI Business, telah tercatat sebanyak 270 saham terkoreksi, 273 saham menguat, dan 247 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 12,02 miliar saham diperdagangkan dengan 965 ribu kali frekuensi perpindahan tangan. Total nilai transaksinya mencapai Rp7,82 triliun.
Kemudian, seluruh indeks mengalami pergerakan yang melemah. IDX30 melemah 0,83 persen menjadi 450,86. LQ45 melemah 0,88 persen menjadi 904,55. Sri-Kehati melemah 0,90 persen menjadi 402,66., Dan JII melemah 0,82 persen menjadi 505,75.
Meski begitu, mayoritas sektor malah mengalami penguatan. Di antaranya adalah sektor siklikal menguat 1,62 persen, sektor teknologi menguat 1,15 persen, dan sektor bahan baku naik 0,65 persen. Kemudian sektor transportasi menguat 0,45 persen, sektor energi naik 0,10 persen, dan sektor kesehatan menguat flat.
Baca juga:Begini Proyeksi Kinerja Saham Sektor Perbankan, Bakal Makin Cuan?
Sementara itu, sejumlah sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor non-siklikal melemah 0,78 persen, sektor infrastruktur turun 0,74 persen, sektor keuangan melemah 0,61 persen, sektor properti turun 0,28 persen, dan sektor industrial melemah 0,18 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE), PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE). Sedangkan saham top losers adalah PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN), PT Intraco Penta Tbk (INTA), dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE).
Baca juga :IHSG Rawan Terkoreksi, Simak 4 Rekomendasi Saham Berikut
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS), dan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA). (*)
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More