Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (29/10) kembali melanjutkan pelemahannya ke level 7.606,60 atau merosot sebanyak 0,37 persen dari dibuka pada level 7.634,63.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 305 saham terkoreksi, 249 saham menguat, dan 232 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 28,75 miliar saham diperdagangkan dengan 1,28 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,90 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks turut mengalami pergerakan yang melemah, dengan IDX30 turun 0,81 persen menjadi 478,55, LQ45 melemah 0,51 persen menjadi 930,07, Sri-Kehati merosot 0,80 persen menjadi 417,46, dan JII turun 0,11 persen menjadi 528,63.
Baca juga: Dinyatakan Pailit, BEI Bekukan Saham Sritex
Meski begitu, mayoritas sektor malah mengalami penguatan, antara lain, sektor infrastruktur naik 1,02 persen, sektor kesehatan meningkat 0,76 persen, sektor teknologi menguat 0,74 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,72 persen, sektor properti naik 0,49 persen, dan sektor siklikal meningkat sebesar 0,30 persen.
Sementara, sektor sisanya mengalami pelemahan, yakni sektor energi turun 1,01 persen, sektor industrial melemah 0,87 persen, sektor keuangan turun 0,50 persen, sektor transportasi melemah 0,42 persen, dan sektor bahan baku merosot 0,29 persen.
Baca juga: Simak! 3 Sentimen Berikut Bakal Pengaruhi Pasar Saham Pekan Ini
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI).
Sedangkan saham top losers adalah PT Steady Safe Tbk (SAFE), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More