Destri Damayanti; Perlu tim untuk pendalaman pasar keuangan. (Foto: Erman Subekti).
Jakarta – Langkah Calon Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Destry Damayanti tinggal setapak lagi. Keputusan hasil pencalonan tersebut akan disampaikan pada hari ini (11/7) di Komisi XI DPR RI.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hafisz Tohir bahkan menyebut, keputusan secara aklamasi kemungkinan terjadi pada hari ini. Hal tersebut seiring dengan pandangan yang positif dari seluruh anggota.
“Kita melihat belum ada perbedaan pandangan yang tajam dalam komisi XI dalam pemilihan deputi senior. Kemungkinan kita akan ambil aklamasi,” kata Hafisz.
Dirinya menambahkan, sosok Destry dinilai sangat mempuni dalam pengetahuan mengenai ekonomi makro dan moneter. Hafizh menyebut, hingga saat ini Destry cukup layak menempati jabatan sebagai DGS BI.
Tak hanya itu, berdasarkan seluruh Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan dengan sejumlah pihak baik dari Badan Intelejen Negara (BIN), Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memberikan penilaian positif terhadap Destry Damayanti.
Nama Destry Damayanti merupakan calon tunggal Deputi Gubernur Senior (DGS) BI yang diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR. Dirinya akan menggantikan DGS BI saat ini, yakni Mirza Adityaswara, yang masa jabatannya selesai pada Juli 2019.
Destry juga bukan sosok baru di industri keuangan, sebelum menjabat sebagai anggota dewan komisioner LPS, lulusan Master of Science dari Cornell University tersebut pernah mendudukui beberapa jabatan penting di industri keuangan.
Destry sebelumnya pernah menduduki jabatan mulai dari Kepala Ekonom Bank Mandiri, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, Direktur Eksekutif Mandiri Institute, hingga Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More