Jakarta – Lana Soelistianingsih dipastikan menjadi Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sejak dua bulan ini telah dirangkap oleh Didik Madiyono untuk menggantikan Fauzi Ichsan yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada awal 2020.
Nama Lana sendiri sudah tidak asing di dunia perekonomian nasional. Ekonom yang juga lulusan Universitas Indonesia ini juga pernah menjadi ekonom di Samuel Securities.
Istri dari Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, ini juga pernah menjabat sebagai asisten peneliti untuk Boston Institute of Economic Development (BIDE) di Lexington, MA, USA. pada tahun 2005.
Sebelumnya memang terdapat dua nama lain yang telah diusulkan Menteri Keuangan untuk menduduki jabatan Eksekutif LPS tersebut yakni Arief Budiman yang merupakan Direktur Utama Danareksa serta Budi Hikmat yang merupakan Direktur Strategi dan Investasi di PT Bahana TCW Investment Management. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan UU LPS tahun 2004 Pasal 65 ayat 2 memang disebutkan bahwa anggota dewan komisioner LPS diangkat oleh Presiden atas usul Menteri Keuangan. Namun segala keputusan memang hak prerogatif Presiden.
Sebagai informasi, saat ini Dewan Komisioner LPS diketuai oleh Halim Alamsyah. Selain itu ada nama Didik Madiyono sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS serta, Erwin Rijanto sebagai anggota ex officio Bank Indonesia dan juga Luky Alfirman selaku anggota ex-officio Kementerian Keuangan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More
Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More