Keuangan

Lakukan 5 Tips Ini Agar Resolusi Keuangan Tercapai di 2025

Jakarta – Tahun baru identik dengan momen untuk menentukan resolusi hidup yang lebih baik, termasuk masalah keuangan. Namun, memulai 2025 ini, masyarakat Indonesia memiliki tantangannya tersendiri dalam mencapai resolusi keuangan yang sudah mereka buat. 

Pada penghujung 2024, pemerintah mengumumkan bahwa wacana kenaikan PPN 12 persen, yang sempat ramai dibicarakan, akhirnya hanya berlaku untuk kategori barang mewah. 

Meski demikian, masyarakat sebaiknya tetap waspada akan kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta dampak kebijakan perpajakan baru, seperti opsen pajak kendaraan dan kenaikan pajak progresif kendaraan yang efektif berlaku sejak 5 Januari 2025. 

Tantangan lainnya seperti ketidakpastian ekonomi, potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan potensi perubahan kebijakan yang berdampak pada daya beli masyarakat juga patut diperhitungkan tahun ini. 

Baca juga : Kondisi Keuangan Bikin Khawatir? Simak 4 Tips Atasi Kecemasan Finansial ala Jagoan Kampus

Namun, meski banyak tantangan, masyarakat tidak perlu ragu untuk mengejar resolusi keuangan mereka. 

“Dengan strategi keuangan yang tepat, masyarakat Indonesia tetap dapat berkomitmen pada resolusi keuangan mereka. Kuncinya adalah tetap fleksibel dan  realistis—menyesuaikan target keuangan sesuai kondisi saat ini, serta fokus pada langkah kecil namun konsisten untuk mencapai tujuan jangka panjang,” ujar Elian Ciptono Country Manager Wise di Indonesia dan Head of Southeast Asia Expansion, dikutip Kamis, 9 Januari 2025. 

Wise, perusahaan teknologi global yang menciptakan cara untuk mengirim dan mengelola uang internasional, membagikan 5 tips untuk membantu warga Indonesia mencapai resolusi keuangan tahun 2025.

  1. Pantau kenaikan harga pada pengeluaran sehari-hari

Menurut Elian, kenaikan harga, seperti pada barang sehari-hari, jasa pengiriman, dan layanan serupa seringkali lepas dalam pantauan kita ketika berbelanja. Akhirnya kenaikan harga ini akan berdampak pada budget keseluruhan dalam jangka panjang. 

“Oleh karena itu, ada baiknya untuk lebih meneliti harga barang dan jasa sebelum melakukan pembelian, dan lebih rajin dalam membandingkan harga di berbagai toko atau penyedia layanan supaya mendapatkan harga terbaik,” jelasnya.

2. Sesuaikan budget dengan kenaikan biaya dan evaluasi kembali skala prioritas

Saat menyusun anggaran sehari-hari, kata Elian, sesuaikan harga pengeluaran harian dengan dengan harga-harga terbaru. 

Setelah itu, buatlah skala prioritas, dan tentukan budget pengeluaran mana yang dapat dikurangi.

“Dengan cara ini, pengeluaran Anda akan tetap terkendali,” klaim Elian.  

3. Siapkan dana darurat

Jika belum memiliki dana darurat, pastikan untuk menjadikan hal ini salah satu resolusi finansial Anda tahun ini. Dalam situasi darurat, dana ini memastikan Anda tidak perlu mengambil dana alokasi dari kategori lain untuk keperluan mendesak. 

“Dengan adanya dana darurat, Anda akan lebih tenang dan lebih konsisten dalam mencapai resolusi finansial tahun ini,” jelas Elian.   

Baca juga: 5 Tips Menabung yang Realistis dan Efektif, Cobain Yuk!

4. Gunakan platform yang tepat untuk mengelola kebutuhan keuangan internasional

Jika tujuan keuangan Anda melibatkan transaksi uang internasional, seperti mengirim remitansi atau membayar biaya pendidikan di luar negeri, pertimbangkan untuk menggunakan platform seperti Wise.

“Selain itu, pantaulah pergerakan nilai tukar dan hanya lakukan transaksi atau konversi saat nilai kurs menguntungkan. Hindari transfer mendadak untuk menghindari biaya tinggi,” ungkap Elian.

5. Jangan takut untuk menyesuaikan ulang resolusi keuangan dengan target yang lebih realistis 

Tantangan-tantangan finansial yang di luar kendali sendiri, seperti kondisi ekonomi yang tidak menentu, membuat kita harus lebih fleksibel dalam menentukan target-target keuangan yang ingin dicapai tahun ini. Tentukan target mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan.

“Selain itu, pertimbangkan untuk membagi target tahunan Anda menjadi lebih kecil, semisal target keuangan per tiga bulan, supaya tetap termotivasi untuk mencapai target tahunan,” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

8 mins ago

OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More

14 mins ago

Perkuat Tata Kelola dan Etika Digital, BSI Raih ISO Global 27701:2019

Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More

38 mins ago

Bank Mandiri Proyeksikan BI Rate Dipangkas 2 Kali pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More

51 mins ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PRUMapan, produkasuransi jiwa tradisional dengan Manfaat Dana Mapan… Read More

54 mins ago

Cara Lapor Pajak di Coretax untuk SPT 2025, Ini Panduan Lengkapnya

Poin Penting Cara lapor pajak di Coretax lebih praktis dengan fitur prepopulated, tetapi tetap membutuhkan… Read More

1 hour ago