Jakarta – Pola konsolidasi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk rentang jangka pendek akan dibayangi oleh fluktuasi harga komoditas, namun laju indeks pada perdagangan hari ini masih memiliki potensi untuk bergerak menguat.
“Pergerakan IHSG masih terus berkonsolidasi dengan rentang wajar. Kondisi ini terlihat dalam rentang jangka pendek,” kata analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Jumat, 28 Juli 2017.
Namun, jelas dia, dalam kurun jangka menengah dan panjang, pergerakan IHSG masih memiliki kemampuan besar untuk bergerak menguat.
“Dari sisi fundamental perekonomian masih cukup mendukung untuk hal tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.763, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada pada posisi 5.876.
Fluktuasi harga komoditas global akan memberikan pengaruhi pada laju IHSG yang tengah berada di fase konsolidasi.
Dengan demikian, menurut dia, adanya peluang kenaikan pada laju iHSG di perdagangan hari ini mesti direspons para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham HMSP, MYOR, ASII, EXCL, JSMR, BBNI, LSIP dan ADHI. (*)
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More