Nasional

Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

Poin Penting

  • Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan.
  • Kemenkop menyiapkan desain fleksibel (customized design) agar pembangunan tetap berjalan di desa dengan lahan terbatas.
  • Percepatan pembangunan memerlukan dukungan kementerian/lembaga dan pemda, terutama dalam pengadaan lahan dan infrastruktur.

Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan percepatan pembangunan fisik untuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ia menegaskan bahwa kelancaran pembangunan fisik Kopdes Merah Putih krusial untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Ferry menyebut, hingga kini sebanyak 30.336 koperasi desa masih dalam tahap pembangunan. Namun, ketersediaan lahan yang sesuai kebutuhan masih menjadi tantangan utama di sejumlah wilayah.

“Kami memahami adanya keterbatasan lahan di beberapa desa dan kelurahan. Oleh karena itu, kami akan segera menyesuaikan spesifikasi pembangunan fisik koperasi agar bisa lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi lokal,” ujar Ferry, dikutip Minggu, 22 Februari 2026.

Baca juga: Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Sebagai upaya mengatasi masalah tersebut, Kemenkop menyiapkan kebijakan customized design bagi koperasi di desa dengan luas lahan terbatas. Kebijakan ini akan diterapkan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fisik gedung Kopdes Merah Putih.

Langkah ini diharapkan memastikan pembangunan tetap memenuhi standar, meski kondisi lahan berbeda di tiap daerah.

1.135 Kopdes Sudah Rampung

Berdasarkan data Command Center Kemenkop, sebanyak 48.734 lahan telah dipetakan. Dari jumlah tersebut, 30.336 titik sedang dibangun dan 1.135 titik telah rampung 100 persen.

Baca juga: OJK: Penerapan Universal Banking Bakal Jadi Game Changer Industri Keuangan

selain itu, Menkop juga menyoroti pentingnya dukungan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, terutama dalam pengadaan lahan dan infrastruktur pendukung.

“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan fisik koperasi, terutama dalam hal pengadaan lahan dan pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

11 mins ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

13 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

20 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago