Jakarta – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung atau Bank Lampung menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut, Perusahaan memutuskan untuk menerima pengunduran diri Eria Desomsoni sebagai Direktur Utama (Dirut).
Pengunduran Eria Desomsoni sebagai Dirut Bank Lampung sudah diajukan sejak lama ke pemegang saham. Keputusannya tersebut sangat mengejutkan banyak pihak. Padahal, semasa dirinya berkarir di Bank Lampung, ia berhasil membawa Bank Lampung menjadi Bank kepercayaan masyarakat.
“Alhamdulillah pukul 12.10 kemarin Rabu, 17 Juni 2020, pengunduran diri saya diterima dalam RUPSLB Bank Lampung dan diberhentikan dengan hormat,” ujar Eria Desomsoni kepada Infobank ketika dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020.
Adapun pengunduran diri Eria sudah diajukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Lampung yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Kamis 19 Maret 2020 lalu. Namun, pengunduran dirinya baru disetujui pada RUPSLB yang telah berlangsung pada Rabu kemarin (17/06) di Kantor Gubernur Lampung.
Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan banyak-banyak terimakasih kepada semua pihak yang selama ini mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin di Bank Lampung. “Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dilindungi oleh Allah SWT,” ucapnya.
Selama dipimpin Eria Desomsoni, kinerja Bank Lampung di sepanjang 2019 sangat positif. Hal ini tercermin dari raihan laba bersih yang tercatat sebesar sekitar Rp149 miliar atau tumbuh 12% bila dibandingkan dengan realisasi laba bersih di tahun sebelumnya.
Perolehan laba bersih ini ditopang oleh penyaluran kredit Bank Lampung disepanjang 2019 yang tercatat sebesar Rp5,17 triliun atau berhasil tumbuh sebesar 13,51% dibandingkan dengan tahun lalu. Kualitas kredit juga berhasil dijaga dengan baik dengan rasio NPL 0,89% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan yang sebesar 2,7%.
Selain itu, Dana Pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun juga tumbuh 24,49% (yoy) menjadi sebesar Rp5,76 triliun tumbuh 24,49% yoy. Angka tersebut didorong oleh pertumbuhan Dana Murah, sehingga CASA Rasio naik 0,52% menjadi 59,26%.
Pada 2019 net interest income juga berhasil tumbuh 5,21% (yoy) dan Fee Based Income berhasil tumbuh sebesar 200,78% (yoy). Dengan kinerja yang positif tersebut, total aset Bank Lampung disepanjang 2019 tercatat sebesar Rp7,97 triliun atau meningkat 8,5% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,34 triliun. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More