Laboratorium Uji Pelumas Milik Surveyor Indonesia Terakreditasi KAN

Bogor – Laboratorium Uji Pelumas Surveyor Indonesia yang bertempat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, telah mendapatkan sertifikat akreditasi KAN. Dengan diraihnya sertifikat ini, Laboratorium Uji Pelumas telah menunjukkan kompetensinya sebagai laboratorium penguji yang menerapkan secara konsisten SNI ISO/IEC 17025:2017 (ISO/IEC 17025:2017) sebagai persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Laboratorium yang memiliki luas area 1.530 m2 dengan bangunan dua lantai ini terdiri dari pengujian Karakteristik Fisika-Kimia terlengkap dan pengujian Parameter Unjuk Kerja Pelumas di mana semua peralatan uji merupakan teknologi terbaru dengan kecepatan operasional 24 jam.

Direktur Utama Surveyor Indonesia, Dian M. Noer mengatakan bahwa Laboratorium Uji Pelumas ini dibangun untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan Standard, Technical Regulation, Conformity Assessment Procedure (STRACAP) sebagai instrumen untuk mengamankan industri dalam negeri dari serangan produk-produk impor yang tidak berkualitas. Dalam hal ini, di Indonesia, instrumen tersebut pada umumnya dilakukan melalui pemberlakuan SNI secara wajib.

Laboratorium ini terdiri dari 25 peralatan uji Fisika-Kimia dan 2 line Engine Dynamometer dengan kapasitas 250 Horse Power (HP) yang memiliki kecepatan operasional yang dapat dilakukan 24 jam, akurasi tinggi dan sudah kalibrasi pabrik dengan nilai investasi kurang lebih sebesar 58,85 Milyar Rupiah. Laboratorium ini dapat menguji produk Pelumas untuk Karakteristik Fisika-Kimia dan Parameter Unjuk Kerja Pelumas yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pelumas yang jumlahnya sudah mencapai 21 SNI Pelumas, diantaranya 7 SNI Pelumas sudah diberlakukan secara wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2018.

“Kami optimis keberadaan Laboratorium Uji Pelumas ini dapat membantu dan mendorong industri pelumas dalam negeri untuk berkembang. Bersama kita kawal SNI Wajib Pelumas untuk mendorong daya saing industri nasional dan jaminan kepentingan konsumen,” tegas Dian.

Selain itu, Laboratorium ini juga dapat melakukan pengujian terhadap pelumas dalam penggunaan (Used Oil Analysis) guna membantu industri untuk mengetahui umur pemakaian pelumas dan mengetahui kondisi bagian-bagian mesin yang berputar berupa Oil Condition Monitoring (OCM) agar perawatan dapat dilakukan secara efisien dan dapat meningkatkan produktivitas permesinan. OCM dapat dilakukan pada permesinan untuk Sektor Pertambangan, Transportasi (Darat, Laut, Udara), Pembangkitan dan Industri Manufaktur.

Surveyor Indonesia telah ditunjuk dan ditetapkan oleh Menteri Perindustrian sebagai Laboratorium Penguji melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37 Tahun 2018 untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dalam rangka pemberlakuan SNI Pelumas Secara Wajib.

Dalam implementasi pemberlakuan SNI wajib tersebut, diperlukan ketersediaan infrastruktur penilai kesesuaian seperti Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium Pengujian. Pembangunan Laboratorium Uji Surveyor Indonesia, menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan infrastruktur guna penerapan SNI wajib untuk pelumas tersebut.

Untuk meningkatkan sinergi BUMN, Laboratorium Uji Surveyor Indonesia siap menjalin kerja sama dengan BUMN seperti Pertamina, PLN, ASDP, PELNI, PT ANTAM, BUKIT ASAM, BKI dan BUMN lainnya yang memiliki peralatan mesin berputar. Sementara itu, hingga saat ini, perusahaan produsen pelumas yang telah menggunakan jasa Laboratorium Surveyor Indonesia antara lain: Exxonmobile, Idemitsu, Shell, Nippon, Perkasa Teknologi Indolube, Mobil Korea Lube Oil, dan Petromitra Pacifik Internusa.

Didukung oleh personel laboratorium yang terdiri dari analis, operator, dan PPC yang kompeten dan berpengalaman dalam bidang uji pelumas, Surveyor Indonesia siap mengamankan industri dalam negeri dari serangan produk pelumas yang tidak berkualitas dalam upaya memberi jaminan kualitas dan keamanan bagi konsumen pelumas.

“Akreditasi KAN ini merupakan bukti kompetensi laboratorium penguji telah sesuai dengan persyaratan yang dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan ,” ujar Dian M. Noer. Saat ini, Surveyor Indonesia telah menggarap 30% pasar SNI dan ke depan akan mulai membidik pasar komersial. Laboratorium uji pelumas Surveyor Indonesia terus meningkatan kepercayaan pelanggan dengan memberikan pelayanan prima 24 jam, akurasi laporan, proses lebih cepat, dan harga kompetitif.
(*)

Dwitya Putra

Recent Posts

1.399 ATM Tutup dalam Setahun, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting OJK mencatat 1.399 unit ATM tutup, sehingga total mesin ATM, CDM, dan CRM… Read More

29 mins ago

Bos BTN: KPP Jadi Solusi untuk Dukung Kepemilikan Rumah Sektor Informal

Poin Penting KPP dirancang khusus bagi wiraswasta dan UMKM yang sulit mengakses KPR subsidi FLPP,… Read More

39 mins ago

Simak! Harga Emas Terus Meroket, Ini Pola Kenaikannya Tiap Tahun

Poin Penting Harga emas dalam enam tahun terakhir menunjukkan tren menguat, dari kisaran Rp600 ribu… Read More

46 mins ago

OCBC Sekuritas Bakal Bawa 4 Perusahaan IPO, Apa Saja Sektornya?

Poin Penting OCBC Sekuritas targetkan 4 IPO pada 2026, seluruhnya berasal dari perusahaan kelas aset… Read More

53 mins ago

IHSG Sesi I Melemah 0,60 Persen, Ditutup di Level 8.921

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,60% ke level 8.921,66, turun dari pembukaan di… Read More

1 hour ago

Awal 2026, Jumlah Investor Pasar Modal RI Melonjak Signifikan

Poin Penting Jumlah investor pasar modal RI mendekati 21 juta SID, dengan lebih dari 9… Read More

1 hour ago