Hingga Agustus, Kontrak Baru Wijaya Karya Capai Rp23,45 Triliun
Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Wika) mencatat laba sebesar Rp1,01 triliun di akhir tahun 2016. Laba WIKA melonjak 161,88% dibandingkan pencapaian 2015.
Laba Wika melonjak jauh melampaui target laba 2016 yang semula ditetapkan sebesar Rp750 Miliar atau melonjak 34,91%.
Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo mengatakan hasil tersebut didorong oleh penjualan WIKA (tidak termasuk proyek-proyek Kerja Sama Operasi / KSO) di tahun 2016 yang mencapai Rp15,67 triliun atau melonjak 15,05% dari penjualan tahun 2015 sebesar Rp13,62 triliun.
Dengan lonjakan laba yang jauh melampaui tahun sebelumnya WIKA membukukan rasio Net Income to Sales sebesar 6,46%.
“Laba Perseroan tahun 2016 yang mencapai 162% dibandingkan tahun 2015 menunjukkan bahwa strategi bisnis yang diterapkan WIKA dalam mencapai sasaran-sasaran korporasi sudah tepat. Kami percaya bahwa di tahun 2017 ini kami akan membukukan hasil yang lebih tinggi lagi”, tutur Bintang di Jakarta, Kamis, 23 Februari 2017.
Di tahun 2017 ini sendiri besaran kontrak WIKA ditargetkan sekitar Rp103 triliun atau sekitar 24% di atas kontrak tahun 2016 sebesar Rp83 triliun.
Sebelum bulan Februari berakhir WIKA sudah mendapatkan kontrak baru lebih dari Rp7 triliun, atau lebih dari 21% dari target kontrak tahun ini, di mana lebih dari 12%.
“Dengan semakin cepat dan semakin banyaknya WIKA memenangkan kontrak-kontrak baru, kami meyakini bahwa pencapaian penjualan dan laba tahun ini akan lebih baik dari tahun 2016”, lanjut Bintang. (*)
Editor : Apriyani K
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More