Investor memantau pergerakan saham/istimewa
Jakarta – Setelah melakukan rilis laporan kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk kuartal III-2023 yang dilaksanakan pada hari ini (25/10), memicu naiknya saham BBRI sebanyak 1,96 persen ke posisi Rp5.200.
Data tersebut berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan sesi 2 hari ini pukul 15:51 WIB, di mana harga saham tersebut meningkat 100 poin dari dibuka pada level Rp5.100 per saham.
Baca juga: Laba Bank BRI Terbang 12,74 Persen di Kuartal III-2023 jadi Segini
Berdasarkan hal itu, volume saham BBRI tercatat sebanyak 126,06 juta saham, dengan frekuensi perdagangan tercatat 12.891 kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp651,34 miliar.
Adapun, BBRI berhasil mencatatkan kinerja yang positif dengan laba bersih konsolidasi melonjak 12,47 persen menjadi Rp44,21 triliun dari Rp38,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian, BBRI pun berhasil menyalurkan kredit sebanyak Rp1.250,72 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,53 persen secara tahunan, di mana komposisi kredit didominasi oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 83,06 persen atau mencapai Rp1.038,90 triliun.
Baca juga: Era Suku Bunga Tinggi, Bank BRI Masih Tinjau Dampaknya
Lebih lanjut, BBRI juga membukukan pendapatan bunga sebesar Rp138,64 triliun atau tumbuh 13,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp96,50 triliun.
Lalu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBRI pun ikut bertumbuh sebesar 13,21 persen menjadi Rp1.290,29 triliun yang didorong oleh dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 63,64 persen dari seluruh total DPK.
Sehingga, total aset BBRI per September 2023 mencapai Rp1.851,97 triliun dari Rp1.726 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau meningkat 9,93 persen secara tahunan. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More