Keuangan

Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, LGI Kantongi Rating “Excellent” dan Ekuitas Tembus Rp1 T

Poin Penting

  • PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) mencetak laba tertinggi sepanjang sejarah hingga Oktober 2025, dengan laba sebelum pajak Rp140 miliar dan ekuitas tembus Rp1 triliun.
  • LGI meraih peringkat internasional A– (Excellent) dari A.M. Best, mencerminkan fundamental keuangan yang kuat dan manajemen risiko yang solid.
  • Ekuitas yang kuat memperbesar kapasitas underwriting, didukung transformasi digital, inisiatif ESG, dan diversifikasi portofolio untuk ekspansi berkelanjutan.

Jakarta – PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) membukukan kinerja solid hingga Oktober 2025. Capaian tersebut bahkan menjadi salah satu pencapaian keuangan bersejarah bagi perusahaan sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, LGI membukukan pendapatan sebesar Rp3,04 miliar pada Oktober 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak mencapai Rp140 miliar dan ekuitas perusahaan menembus Rp1 triliun.

Presiden Direktur LGI, Agus Benjamin mengungkapkan bahwa kinerja keuangan tersebut merupakan pencapaian tertinggi sejak perusahaan berdiri.

“Dengan membukukan pendapatan dan laba tertinggi sejak perusahaan berdiri, serta memiliki ekuitas lebih dari Rp1 triliun,” ujarnya, seperti dikutip Senin, 8 Desember 2025.

Baca juga: Lippo General Insurance Terbitkan Polis Kendaraan Tanpa Survei, Langsung dari Ponsel

Agus menambahkan bahwa LGI juga sukses meraih peringkat internasional A– (Excellent) dari A.M. Best, lembaga pemeringkat asuransi global terkemuka.

Pencapaian tersebut mencerminkan fundamental keuangan LGI yang solid, penerapan manajemen risiko yang efektif, serta keberhasilan perusahaan menjalankan strategi pertumbuhan di bawah naungan Hanwha Finance selaku induk usaha sejak 2023.

“Tahun 2025 merupakan momentum baru bagi LGI. Kinerja ini menunjukkan ketahanan perusahaan, kedisiplinan dalam underwriting, serta konsistensi dalam pertumbuhan dengan dukungan Hanwha Finance. Peringkat A– dari A.M. Best memperkuat kredibilitas dan daya saing LGI di pasar asuransi global,” tambahnya.

Baca juga: Lippo General Insurance Luncurkan Aplikasi MyGo+, Apa Manfaatnya?

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa peringkat A– (Excellent) dari A.M. Best mencerminkan kemampuan kuat perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban polis dan kontraknya secara berkelanjutan.

Capaian tersebut menempatkan LGI sebagai salah satu dari lima perusahaan asuransi umum di Indonesia yang memiliki peringkat kredit global.

“Ekuitas lebih dari Rp1 triliun, memperkuat LGI dalam hal kapasitas underwriting dan stabilitas keuangan untuk menangani risiko yang lebih besar dan kompleks. Kami terus mempercepat transformasi digital, memperkuat inisiatif ESG, serta melakukan diversifikasi portofolio untuk menjadi salah satu dari lima perusahaan asuransi umum terbesar di Indonesia,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

13 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

13 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

13 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

13 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

15 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

16 hours ago