Standard Chartered Bank, kinerja kredit membaik. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta – Standard Chartered Bank Indonesia menorehkan rapor hijau dalam kinerja keuangannya di 2016.
Keberhasilan tersebut dapat diliat dari perolehan laba bersihnya yang naik ke angka Rp268,53 miliar, atau tumbuh hampir 14 kali lipat dari perolehan laba bersih di 2015 sebesar Rp19,5 miliar.
Mengutip laporan yang dipublikasi, Jumat, 24 Februari 2017, lonjakan laba bersih didorong oleh keberhasilannya dalam menekan biaya dana.
Berdasarkan laporan bulanan perusahaan periode Desember, beban bunga rupiah StandChart susut 37,22% menjadi Rp1,08 triliun. Bandingkan dengan beban bunga rupiah di Desember 2015 yang tercatat sebesar Rp1,73 triliun.
Turunnya beban bunga terjadi lantaran porsi dana murah atau current account saving account (CASA)-nya menguat.
Total dana murah StandChart Indonesia sendiri mencapai Rp22,14 triliun atau sekitar 76,6% dari total dana pihak ketiga (DPK) yang sebesar Rp28,9 triliun.
Jumlah dana murah itu terbagi atas Rp17,69 triliun dana giro, Rp4,45 triliun dana tabungan. Sedangkan untuk simpanan berjangka, jumlah dananya mencapai Rp6,75 triliun.
Meningkatnya porsi CASA juga didorong oleh peningkatan jumlah dana Giro sebesar 42,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Disamping itu, peningkatan dana tabungan juga ikut mewarnai pertumbuhan dana murah yang meningkat 48,33% dari tahun 2015 lalu.
Di tahun 2015 lalu, porsi CASA Standard Chartered hanya mencapai Rp15,42 triliun atau sekitar 60,9% dari total DPK yang mencapai Rp25,3 triliun. (*)
Poin Penting: Kebijakan perpanjang STNK di Jawa Barat kini tidak lagi menyertakan KTP pemilik pertama… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang masyarakat Indonesia di buy now pay later (BNPL) atau… Read More
Poin Penting IHSG sesi I turun 0,29 persen ke level 6.989,42 setelah bergerak fluktuatif. Mayoritas… Read More
Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More
Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More