Sequislife; Tetap profit. (Foto:
Jakarta– Pada semester 2 tahun 2015, Sequis berhasil membukukan kenaikan laba 38% dari Rp532 miliar menjadi Rp735 miliar secara year on year. Sementara total premi bruto tercatat tumbuh 12% menjadi Rp2,89 triliun dibanding semester dua 2014 yang tercatat Rp2,58 triliun. Sedangkan total aset tumbuh tipis 1% dari Rp15,25 triliun menjadi Rp15,36 triliun.
President Director and CEO Sequis Life & Sequis Group Tatang Widjaja mengatakan pada Januari hingga Desember 2015, PT AJ Sequis Life dan PT AJ Sequis Financial telah memenuhi komitmennya yaitu melakukan pembayaran klaim untuk 881 kasus dengan total pembayaran senilai Rp 136, 58 miliar serta untuk 35 kasus dalam pembayaran dollar sebesar $432.650 USD.
Tahun ini Sequis mulai melakukan transformasi pemasaran dengan meluncurkan Sequis eZ, yaitu sistem aplikasi multi platform yang tersedia di semua platform mobile device berbasis android dan iOS, windows seperti tablet, iPad, laptop serta berbasis online (web) pada PC yang dapat digunakan oleh tenaga pemasaran Sequis kapan dan di mana saja. Sequis juga menyediakan akses situs digital channel untuk calon nasabahnya yang dinamakan Sequis Online, yang menawarkan produk simpel dengan proses pembelian yang mudah.
Tatang mengatakan berbisnis dengan model lama akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk menunjukkan keunggulan kompetitif. “Tren pemasaran digital telah mengubah cara perusahaan menjalankan bisnisnya. Internet dan perangkat mobile telah menjadi platform penting bagi dunia bisnis untuk berkomunikasi dengan konsumen, hal ini juga terjadi pada industri asuransi, yaitu penjualan asuransi tidak hanya dapat dilakukan secara konvesional namun juga melalui lini digital,” kata Tatang. (*) Ria Martati
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More