Poin Penting
- PT Krom Bank Indonesia Tbk fokus pada strategi 2026: penguatan ekosistem digital, kualitas aset, manajemen risiko, dan kolaborasi untuk pertumbuhan berkelanjutan
- Laba 2025 Rp143 miliar ditahan (tanpa dividen) untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis
- Kinerja kuartal I 2026 kuat: laba naik 99 persen yoy, kredit +98 persen yoy, DPK +138% menjadi Rp10,86 triliun, aset +78 persen yoy.
Jakarta – PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menegaskan arah strategi bisnis 2026 yang berfokus pada penguatan ekosistem digital, peningkatan kualitas aset, hingga optimalisasi kolaborasi strategis. Ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Pada agenda Public Expose 2026 yang digelar 20 Mei 2026 di Jakarta, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan menyampaikan bahwa industri perbankan nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan positif meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global.
“Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat,” jelas Anton dikutip 20 Mei 2026.
Di sisi lain, kata Anton, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital.
“Kami berusaha untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen di April 2026
Strategi Bisnis Krom Bank
Memasuki 2026, Anton menjelaskan, bahwa perseroan akan menerapkan sejumlah strategi dalam menggenjot pertumbuhan bisnis. Salah satunya dengan melakukan penguatan ekosistem digital dan pengalaman pengguna (user experience).
Selanjutnya, kata Anton, Krom Bank juga akan meningkatkan kualitas aset dan manajemen risiko, pengembangan produk berbasis kebutuhan nasabah, hingga perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
“Kami meyakini bahwa konsistensi transformasi digital akan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat,” jelasnya.
Laba 2025 Ditahan
Selain public expose, Krom Bank juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu keputusan yang diambil adalah menahan laba tahun buku 2025 sebesar Rp143 miliar untuk menambah saldo laba ditahan perseroan (retained earnings). Artinya, Krom Bank tidak membagikan dividen tahun buku 2025.
Anton hermawan menjelaskan, keputusan menahan laba 2025 tersebut bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Dengan struktur permodalan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan,” ujar Anton.
Baca juga: Krom Bank Bukukan Laba Rp143 Miliar Sepanjang 2025, Tumbuh 16 Persen
Kinerja Kuartal I 2026
Sementara hingga Maret 2026, Krom Bank berhasil membukukan laba sebelum pajak Rp89,95 miliar, melesat 99 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Laba tersebut didorong oleh kinerja intermediasi yang solid. Realisasi kredit Krom Bank tercatat tumbuh double digit 98 persen yoy. Pun demikian dengan dana pihak ketiga (DPK) melesat 138 persen yoy menjadi Rp10,86 triliun.
Adapun rasio kecukupan modal atau CAR terjaga di level 39,78 persen dengan total aset mencapai Rp14,77 triliun, atau tumbuh 78 persen yoy. (*)


