Market Update

Laba PMUI Tumbuh 25,98 Persen Jadi Rp33,73 Miliar di Kuartal III 2025

Poin Penting

  • PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) mencatat laba bersih Rp33,73 miliar di Kuartal III-2025, didorong efisiensi operasional dan peningkatan produktivitas di seluruh lini bisnis.
  • Total aset tumbuh 37,2 persen menjadi Rp531,2 miliar, sementara rasio utang terhadap ekuitas (DER) turun ke 17,7 persen, menandakan fundamental keuangan yang lebih kuat.
  • Dengan tren penurunan suku bunga dan konsumsi domestik yang meningkat, PMUI menyiapkan ekspansi bisnis dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

Jakarta – Emiten distribusi produk telekomunikasi, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) membukukan laba bersih Rp33,73 miliar atau tumbuh 25,98 persen di kuartal III 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strategi efisiensi dan meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis. 

“Kuartal III 2025 menjadi momentum penting bagi PMUI. Di tengah kondisi ekonomi yang mulai pulih dan tren penurunan suku bunga, kami melihat potensi peningkatan daya beli masyarakat yang akan berdampak positif terhadap sektor telekomunikasi,” ucap Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, 21 Oktober 2025. 

Baca juga: Alasan Telkom Spin Off Bisnis Serat Optik Senilai Rp35,78 Triliun

Pendorong Laba Bersih

Pertumbuhan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2025 ditopang dari pendapatan perseroan yang mencapai Rp2,82 triliun. Kemudian, laba usaha perseroan juga meningkat 16,8 persen menjadi Rp52 miliar. 

Lalu, Gross Profit Margin (GPM) naik menjadi 6,5 persen, sedangkan Net Profit Margin (NPM) meningkat ke 1,3 persen, yang menandakan peningkatan efisiensi dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Adapun dari sisi struktur keuangan, perusahaan juga menunjukkan posisi yang semakin solid. Total aset naik 37,2 persen menjadi Rp531,2 miliar, sementara rasio utang terhadap ekuitas (DER) menurun signifikan menjadi 17,7 persen. 

“Kondisi ini memperkuat fondasi keuangan PMUI dan membuka ruang ekspansi yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” imbuhnya.

Optimisme Pasca Penurunan Tren Suku Bunga

Agus menambahkan, perseroan menatap masa depan dengan optimisme yang tinggi. Ini tak lepas dari tren penurunan suku bunga dan meningkatnya konsumsi domestik.

“Ini akan menjadi menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor telekomunikasi,” jelasnya.  

Menurutnya, dengan dukungan infrastruktur digital yang semakin luas dan kebijakan pemerintah yang pro-investasi, pihaknya yakin akan berada pada posisi yang tepat untuk memperluas ekspansi dan memperkuat kontribusi terhadap ekosistem telekomunikasi nasional.

Ke depan, kami akan tetap fokus pada peningkatan efisiensi, pertumbuhan berkelanjutan, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para investor dan pemegang saham kami,” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago