Gedung OCBC Tower (foto : istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp5,1 triliun. Angka tersebut tumbuh 4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk, Parwati Surjaudaja mengatakan perseroan tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang prudent.
“Sepanjang 2025, kami tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi. Penguatan dana pihak ketiga (DPK) dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja bank ke depan,” jelasnya dikutip 30 Januari 2026.
Jika ditelisik lebih dalam, pertumbuhan laba OCBC sepanjang 2025 ditopang kenaikan penyaluran kredit dan pendapatan operasional.
Dari sisi realiasi kredit, OCBC berhasil menyalurkan kredit Rp173,4 triliun di 2025, atau tumbuh 2 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Baca juga: OCBC Sekuritas Bakal Bawa 4 Perusahaan IPO, Apa Saja Sektornya?
Kualitas kredit juga terjaga dengan baik. Ini tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross terkendali di level 1,9 persen, sedangkan rasio pencadangaan NPL yang memadai 226,0 persen.
Sedangkan pendapatan operasional perseroan tercatat tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp13,1 triliun per Desember 2025.
Sementara kinerja intermediasi lainnya tercatat moncer. Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC meningkat 18 persen yoy menjadi Rp243,5 triliun per Desember 2025. Capaian ini melebih industri perbankan nasional yang tumbuh 10,4 persen yoy selama 2025, menurut data Bank Indonesia (BI).
Adapun pertumbuhan DPK OCBC ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24 persen yoy menjadi Rp141,1 triliun.
“Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0 persen dibandingkan 55,3 persen pada tahun sebelumnya,” jelas Parwati.
Sementara itu, kondisi likuiditas bank tetap berada pada posisi yang baik. Ini tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 240,9 persen.
Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal Bank (CAR) juga meningkat menjadi 24,5 persen dari 23,6 persen pada tahun sebelumnya, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan.
Sejalan dengan kinerja keuangan yang positif tersebut, total aset perseroan terkerek naik 10 persen dari Rp281 triliun di 2024 menjadi Rp308,1 triliun pada 2025.
Baca juga: 1.399 ATM Tutup dalam Setahun, OJK Ungkap Penyebabnya
Sementara dari aspek akselerasi transformasi digital, OCBC terus mencatatkan perkembangan yang positif. Sepanjang tahun 2025, total volume transaksi digital tumbuh sebesar 46 persen secara tahunan didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13 persen yoy.
Sedangkan pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19 persen secara tahunan dengan nilai transaksi yang mencapai Rp1.500 trilun selama 2025.
“Penguatan kapabilitas digital ini sejalan dengan upaya bank untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas jangkauan layanan perbankan, serta mendorong digitalisasi dan efisiensi operasional secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)
Poin Penting Dirut BEI Iman Rachman mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas IHSG yang mengalami… Read More
Poin Penting IHSG rebound kuat pada pembukaan perdagangan 30 Januari 2026, menguat 1,13 persen ke… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi ke area 7.889–8.104, dengan peluang… Read More
Poin Penting IHSG anjlok hampir 15% dalam dua hari, dipicu sentimen negatif dari penilaian MSCI… Read More
Poin Penting HSBC membuka Wealth Center pertama di Surabaya, menjadi yang kelima di Indonesia dan… Read More
Gebrakan Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Emas SyariahKepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi terhadap emas sebagai… Read More