Jakarta–PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 70,7% pada periode Septmeber 2015. Laba bersihnya meningkat dari Rp347 miliar pada September 2014 menjadi Rp592 miliar.
Ditengah melambatnya ekonomi, Maybank Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 6,6% dari Rp104,6 triliun pada September 2014 menjadi Rp111,5 triliun pada September 2015. Pertumbuhan kredit didukung oleh pertumbuhan dana yang positif dengan kenaikan sebesar 6,8% secara tahunan dari Rp103,6 triliun menjadi Rp110,6 trilun. Pertumbuhan likuiditas yang lebih solid berasal dari simpanan giro.
Pada periode tersebut, aset Maybank Indonesia tumbuh 6,5% menjadi Rp153,9 triliun.
Meningkatnya kredit dibarengi oleh membaiknya pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sehingga berkontribusi positif terhadap tingginya pertumbuhan laba. Peningkatan pada pendapatan bunga bersih (NII) dicapai melalui kedisiplinan bank dalam menerapkan pricing pinjaman dan pengelolaan pendanaan (funding management) yang aktif.
Tingginya pertumbuhan laba bersih juga didukung oleh membaiknya marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM), dan pendapatan imbal jasa (fee based income/FBI).
Hingga September 2015, pendapatan bunga bersih meningkat 10,5% dari Rp4,3 triliun per September 2014 menjadi Rp4,8 triliun. Sementara itu, tingkat NIM membaik dari 4,63% menjadi 4,82%.
Pendapatan operasional lain (FBI) mencatat peningkatan sebesar 12,4% secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun dari Rp1,4 triliun. Peningkatan ini terutama disumbang oleh fee dari advisory activities, asuransi dan transaksi valuta asing. (*) Rezkiana Nisaputra
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan daftar tarif dasar dan bea… Read More
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah strategis untuk merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan… Read More
Jakarta – Kadin Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), usai Donald Trump… Read More
Jakarta – Pengenaan tarif impor sebesar 32 persen dari Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia menjadi… Read More
Jakarta – Bank DKI memberikan penjelasan terkait kendala trandaksi yang dialami nasabahnya. Dalam keterangan tertulisnya,… Read More
Jakarta – Usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal pada Rabu (2/4)… Read More