“Menghadapi tahun yang penuh ketidak pastian, kami terus berkomitmen untuk mendukung para nasabah dalam menghadapi kondisi tersebut, dan pada saat yang sama terus menjamin peluang pertumbuhan, khususnya di bidang infrastruktur yang diharapkan dapat menjadi pendorong utama ekonomi regional,” jelasnya.
Baca juga: Ini Tanggapan Maybank Indonesia Soal Lego Saham WOM Finance
Sementara itu, President & CEO Maybank Group, Datuk Abdul Farid Alias menyatakan, bahwa Maybank terus dapat membukukan keuntungan sehubungan langkah kehati-hatian yang ditempuh tahun lalu dalam mengelola kualitas aset dengan lebih baik dan menyediakan buffertambahan dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk, disertai dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kedisipinan dalam mengelola biaya.
”Meskipun kita mencatat sedikit kenaikan pada kuartal keempat 2016, tetapi kami tetap telah memilih untuk melakukan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam melakukan penjadwalan ulang dan merestrukturisasi portofolio yang mungkin akan mengalami tekanan dalam jangka menengah, memperhatikan iklim yang penuh tantangan di depan,” kata Datuk Farid. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More
Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More
Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More
Poin Penting Kredit infrastruktur Bank Mandiri mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026, tumbuh 30,8% secara… Read More
Poin Penting Restrukturisasi BUMN ditargetkan rampung 2026, dengan fokus pada perbaikan fundamental agar lebih sehat,… Read More
Poin Penting OJK revisi aturan RBB melalui RPOJK untuk mengarahkan penyaluran kredit perbankan agar mendukung… Read More