Categories: Perbankan

Laba Mandiri Triwulan III-2015 Capai Rp14,6 Triliun

Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp14,6 triliun hingga periode triwulan III-2015. Jumlah tersebut naik tipis 0,9% jika dibanding perolehan di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,5 triliun.

Hasil positif ini seiring tumbuhnya laba operasional perseroan yang tercatat mencapai 21,19% dari Rp22,5 triliun menjadi Rp27,3 triliun pada triwulan III-2015.

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan di tengah kondisi perekonomian yang bergejolak, perseroan harus mampu mengantisipasi kerugian meski hanya meraup perolehan laba tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Konsistensi dalam disiplin menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkualitas, menjadi salah satu upaya kami dalam mengembangkan bisnis agar dapat menjadi salah satu bank terbaik di Asia Tenggara pada 2020,” kata Budi di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2015.

Dari sisi penyaluran kredit sampai dengan triwulan III 2015 tercatat sebesar Rp560,6 triliun atau tumbuh 10,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Komposisi penyaluran kredit, sebesar 86,2% disalurkan untuk sektor produktif, yang terbagi 62,6% untuk kredit modal kerja dan 37,4% kredit investasi.

“Kami terus memperkuat pencadangan untuk menghadapi potensi kenaikan non performing Loan (NPL), dimana pada triwulan III-2015 pencadangan kami mencapai 160%,” ujarnya.

Sementara dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga perseroan berhasil menghimpun sebesar Rp654,6 triliun di triwulan III-2015, naik dari periode sama tahun sebelumnya Rp590,9 triliun‎.

Dari jumlah tersebut, total dana murah mencapai Rp415,9 triliun atau tumbuh 15% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Kami terus meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan jaringan kantor cabang, elektronic channel, maupun jaringan layanan lainnya serta memberikan produk atau jasa dalam bertransaksi,” jelas dia. (*) Dwitya Putra

Paulus Yoga

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

4 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

13 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

13 hours ago

UMP 2026 Tuai Pro Kontra, Kadin Tekankan Pentingnya Jaga Daya Saing Indonesia

Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More

14 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

14 hours ago

OJK Serahkan Tersangka Kasus Manipulasi Saham Sriwahana Adityakarta ke Kejaksaan

Poin Penting OJK telah menyelesaikan penyidikan kasus dugaan transaksi semu saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk… Read More

15 hours ago