News Update

Laba Latinusa Meroket 173,31%

Jakarta – Emiten produksi bahan baku pembuat kaleng dan kemasan (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa), berhasil membukukan laba bersih sebesar US$855 ribu di triwulan I 2016. Jumlah tersebut naik sebesar 173,31% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat rugi US$1,16 juta.

Direktur Keuangan Latinusa, Jetrinaldi mengatakan, penjualan perseroan menurun tipis sebesar 1,22% dari US$35,68 juta di kuartal pertama 2015 menjadi USD35,24 juta pada kuartal I 2016. Meski demikian, beban pokok penjualan turun sebesar 5,47% dari US$2,07 juta menjadi US$1,37 juta di kuartal pertama tahun ini.

“Penjualan lebih rendah 1,22% tapi  beban pokok penjualan kami turun signifikan dari penjualan sendiri. Beban usaha juga turun signifikan, sehingga biaya lebih turun besar, jadi laba positif,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016.

Sedangkan beban usaha dan lain-lain lanjutnya juga tercatat turun signifikan sebesar 33,74% menjadi US$1,37 juta dari US$2,07 juta di periode triwulan I 2015.

Dari sisi aset, sampai dengan triwulan I 2016, aset perseroan tercatat turun 9,8% menjadi USD102,57 juta dari USD113,72 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. (*) Dwitya Putera.

 

Editor : Apriyani K

Apriyani

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

7 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

13 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

13 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

13 hours ago