Perbankan

Laba Krom Bank (BBSI) Naik, DPK Melonjak 541 Persen pada Kuartal III 2024

Jakarta – PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) telah melaporkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal III-2024. Laba bersih Krom Bank meningkat sebesar 9,54 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp107,13 miliar.

Selain itu, pertumbuhan positif terlihat dari lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 541 persen year-to-date (ytd), dari Rp347,5 miliar pada Desember 2023 menjadi Rp2,22 triliun pada September 2024.

Tabungan dan deposito menjadi penyumbang utama peningkatan DPK, dengan tabungan melonjak 596 persen ytd, dari Rp43,3 miliar menjadi Rp301,5 miliar, dan deposito meningkat 543 persen dari Rp298,5 miliar pada Desember 2023 menjadi Rp1,92 triliun pada September 2024. Giro pun tumbuh sebesar 15,62 persen ytd, dari Rp5,7 miliar pada Desember 2023 menjadi Rp6,7 miliar pada September 2024.

Baca juga: Kredit Melesat 138,71 Persen, Laba Bersih Krom Bank Tembus Rp107,13 Miliar di Kuartal III 2024

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyatakan bahwa kinerja positif hingga kuartal III-2024 ini didukung oleh manajemen likuiditas yang kuat dan strategi pertumbuhan yang solid.

“Berfokus pada inovasi digital dan solusi layanan yang relevan, Krom Bank siap terus meningkatkan daya saing dan kepercayaan nasabah serta pemegang saham untuk memperkuat posisi sebagai bank digital terdepan di industri perbankan digital Indonesia,” ucap Anton dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 6 November 2024.

Dari sisi total aset, Krom Bank mencatatkan peningkatan sebesar 56,48 persen ytd, dari Rp3,63 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp5,69 triliun pada September 2024.

Baca juga: Perkuat Posisi di Perbankan Digital, DPK Krom Bank Tumbuh Empat Kali Lipat Tembus Rp2,2 Triliun

Peningkatan total aset ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang melonjak 113,89 persen, dari Rp1,68 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp3,25 triliun pada September 2024. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

16 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

39 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

41 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago