Keuangan

Laba JamSyar Tumbuh Double Digit di 2022

Banten – Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (JamSyar) Gatot Suprabowo membocorkan perolehan laba perusahaan yang mencapai Rp190 miliar hingga akhir tahun 2022. Nilainya tumbuh 13% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp168 miliar.

Menurutnya, kinerja perseroan selama tahun 2022 telah melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) tahun 2022. Namun demikian, ia meminta untuk tetap menunggu rilis laporan keuangan resmi perseroan kuartal IV-2022 terkait kepastian angkanya.

“Saya buka dikit ya, hingga akhir 2022, laba (JamSyar) di atas Rp190 miliar,” ujar Gatot dalam Media Gathering JamSyar di Pantai Anyer, Banten, Jumat, 3 November 2022.

Selain itu, dia mengungkapkan aset perusahaan telah mencapai Rp2,5 triliun hingga akhir tahun 2022. Dengan capaian tersebut, dia berharap pendapatan, laba hingga aset perseroan terus bisa ditingkatkan pada tahun 2023 ini. “Kita harap terus tumbuh dan berkembang di tahun 2023 ini,” ujar Gatot.

Gatot mengungkapkan kunci utama yang membuat kinerja perseroan bisa melampaui target selama tahun 2022 lantaran dirinya berani memangkas lini bisnis yang tidak memberikan keuntungan dan fokus meningkatkan kualitas produk yang menghasilkan keuntungan. Selain itu, integritas dan loyalitas karyawan dikatakannya sebagai pondasi utama sehingga bisnis JamSyar berjalan dengan optimal.

JamSyar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa penjaminan syariah berdasarkan Peraturan Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.05/2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjaminan. Perseroan merupakan anggota dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi yaitu Indonesia Financial Group (IFG). (*) Dicky F.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

1 hour ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

4 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago