Poin Penting
Jakarta – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Di tengah dinamika yang dihadapi industri penjaminan, sejumlah pos keuangan Jamkrindo Syariah tumbuh positif.
Mengacu laporan keuangan 2025, Jamkrindo Syariah, tercatat mengantongi laba bersih Rp141,03 miliar. Jumlah itu meroket 160,64 persen year on year (yoy) dibandingkan Rp54,11 miliar pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperkuat kualitas bisnis serta pengelolaan risiko secara berkelanjutan.
Baca juga: Perkuat Bisnis Cicil Emas, BSI Gandeng Jamkrindo Syariah
Dari sisi fundamental, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp2,46 triliun, naik tipis dibandingkan Rp2,41 triliun pada tahun sebelumnya. Perseroan juga memperkuat struktur permodalan, dengan ekuitas mencapai Rp1,41 triliun pada akhir 2025.
Kinerja operasional turut menunjukkan peningkatan signifikan. Laba sebelum zakat dan pajak tercatat sebesar Rp168,37 miliar, naik 211,05 persen dibandingkan Rp54,13 miliar pada tahun sebelumnya.
Peningkatan itu didorong oleh pengelolaan portofolio penjaminan yang lebih selektif, peningkatan kualitas underwriting, dan optimalisasi pendapatan investasi.
Baca juga: Kinerja Kinclong, Jamkrindo Syariah Raih Predikat ‘Sangat Bagus’
Selain itu, perseroan mencatatkan penghasilan komprehensif sebesar Rp161,69 miliar, yang semakin memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Hari Purnomo, mengatakan, pencapaian positif sepanjang 2025 adalah hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis dan penguatan tata kelola. Ia optimistis tren ini akan terus berlanjut.
“Kinerja positif ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental perusahaan, baik dari sisi manajemen risiko, efisiensi operasional, maupun pengembangan bisnis yang lebih berkualitas,” kata Hari, dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 1 April 2026.
Baca juga: OJK dan Jamkrindo Bersinergi Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Industri Penjaminan
Dari sisi kepatuhan, laporan keuangan 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini menegaskan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan perusahaan
Hari menegaskan, ke depan Jamkrindo Syariah akan terus memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM, serta memperluas kontribusi dalam ekosistem keuangan syariah nasional. (*) Ari Astriawan
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist MENGAWALI 2026, lanskap pasar modal global disambut tekanan berlapis: suku… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Februari 2026 surplus USD1,27 miliar, melanjutkan tren surplus selama 70… Read More
Poin Penting Ninik Herlani Masli Ridhwan mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen PT Bank SMBC Indonesia… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dalam serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.… Read More
Poin Penting Pemerintah menerapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai langkah kemandirian dan efisiensi… Read More
Poin Peting Seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka lima hari… Read More