Jakarta–Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) sukses menjaga kinerja positif pada semester pertama 2017. Hingga Juni 2017, pendapatan penjaminan bersih secara signifikan naik 248,50 persen dari tahun 2016. Adapun laba sebelum pajak naik 99,53 persen dari Rp421,71 miliar pada Juni 2016, menjadi Rp841,44 miliar.
“Tercatat, total pendapatan konsolidasian terrealisasi sebesar Rp1,31 triliun,” ujar Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S Anwar dalam paparannya disela peresmian Taman Bina LIngkungan Perum Jamkrindo yang berlokasi di Depan Kantor Pusat Perum Jamkrindo, Jakarta, Jumat, 28 Juli 2017.
Baca juga: Jamkrindo Berperan Aktif Dukung Kapasitas Nasional
Ia menjelaskan, pendapatan terdiri dari pendapatan penjaminan bersih naik signfikan dari Rp297,69 miliar, menjadi Rp739,74 miliar. Sedangkan untuk pendapatan investasi bersih, lanjutnya, mencapai Rp283,26 miliar dan pendapatan lain-lain Rp147.51 miliar.
Selain itu, penjaminan kredit yang berhasil dilakukan Jamkrindo mencapai Rp72,3 triliun. “65 persen atau Rp47,5 triliun diperoleh dari penjaminan non-KUR dan sisanya Rp24,8 triliun merupakan penjaminan KUR,” Ujar Diding.
Untuk meningkatkan kinerja di semester dua, Diding menyatakan perusahaan terus berupaya meningkatkan kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, di antaranya adalah memperluas jaringan melalui penambahan kantor cabang dan kantor unit pelayanan. Saat ini, kantor cabang yang dimiliki perusahaan sudah mencapai 56 kantor cabang dan 14 kantor unit pelayanan. (*) Dicky F Maulana
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More