ITMG; Laba menurun. (Foto: Istimewa).
Anjloknya laba ITMG seiring menurunnya penjualan di semester pertama 2015 besar 14,5% menjadi USD824,52 juta. Dwitya Putra
Jakarta – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada paruh pertama tahun ini mengikuti arus penurunan kinerja seperti emiten sektor pertambangan lainnya.
Dimana pada semester pertama tahun ini ITMG mencatatkan penurunan penjualan sebesar 14,5% menjadi USD824,52 juta dari USD965,22 juta.
Mengutip laporan keuangan ITMG, Kamis, 13 Agustus 2015, penurunan penjualan tersebut juga turut mendorong laba bersih per 30 Juni 2015 merosot hingga sebesar 60,89%, jadi USD50,03 juta dari USD148,39 juta per Juni 2014.
Dalam laporan keuangan juga terlihat, beban penjualan naik mencapai USD66,97 juta naik dari USD66,31 juta. Beban umum dan administrasi USD10,24 juta serta beban keuangan USD543 ribu.
Sehingga, laba sebelum pajak penghasilannya mencapai USD92,38 juta atau turun 53,43% dari USD198,40 juta.
Sementara berbicara liabilitas jangka pendek tercatat sebesar USD297,02 juta dan liabilitas jangka panjang USD65,59 juta. Total jumlah liabilitas ITMG mencapai sebesar USD359,62 juta. Sedangkan ekuitas mencapai sebesar USD885,71 juta dan total aset sebesar USD1,24 miliar atau turun dari USD1,31 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
@dwitya_putra14
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More