Categories: Analisis

Laba Impack Pratama Industri (IMPC) Melonjak 110,5 Persen jadi Segini

Jakarta – PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) menutup kuartal III 2023 dengan melanjutkan pertumbuhan laba bersih yang positif hingga 110,5 persen secara tahunan (yoy). Perseroan mencetak laba bersih di kuartal III 2023 sebesar Rp128 miliar, meningkat hingga dua kali dari kuartal III 2022 yang senilai Rp61 miliar.

Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk, Haryanto Tjiptodihardjo mengungkapkan, kontribusi terbesar dari pencapaian laba bersih ini berasal dari penurunan harga bahan baku, serta peningkatan efisiensi operasional Perseroan. Selain itu, pendapatan perseroan yang meningkat di kuartal III 2023 juga mendorong laba perseroan.

Baca juga: RUPST Impack Pratama (IMPC) Tebar Dividen Rp162,8 Miliar

Lebih lanjut, kata dia, sembilan bulan di tahun 2023, perseroan telah memperoleh pendapatan senilai Rp2,08 triliun, atau mengalamu kenaikan sebesar 2,8 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yakni senilai Rp2,03 triliun. Sementara laba bersih 9M23 perseroan juga meningkat 65,3 persen secara YoY, dari Rp206 miliar di 9M22 menjadi Rp341 miliar.

“Kuartal ketiga tahun 2023 menunjukkan peningkatan yang lebih baik dari kuartal sebelumnya. Kami meyakini pencapaian Laba Bersih tahun fiskal 2023 dapat melampaui target kami senilai Rp390 miliar,” ujar Haryanto dalam keterangannya dikutip 30 Oktober 2023.

Sebagai perusahaan pelopor bahan bangunan non tradisional di Indonesia, Perseroan berkomitmen untuk menggencarkan penjualan produk inovatif, serta penambahan varian baru produk existing.

Dalam rangka menunjang produksi produk bahan bangunan inovatif tersebut, perseroan akan menambahkan kapasitas produksi di pabrik baru perseroan yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Sesuai jadwal, kegiatan operasional pabrik baru Perseroan di KITB akan dimulai pada semester I tahun 2024.

Baca juga: BEI Targetkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Capai Rp12,25 Triliun di 2024

Dalam rangka menyambut tahun 2024, manajemen telah mempersiapkan beberapa jurus untuk meningkatkan penjualan. Perseroan selalu menjajaki kemungkinan untuk melakukan akuisisi perusahaan lokal maupun internasional yang dapat memberikan sinergi dengan Perseroan.

Sementara dari sisi pertumbuhan organik, lanjutnya, perseroan akan selalu mempertimbangkan pembangunan pabrik baru maupun distribution center. Selanjutnya, Perseroan juva berencana untuk membangun distribution center baru di Jawa Barat pada tahun 2024 mendatang.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

21 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

11 hours ago