Jakarta – Kondisi makro ekonomi sampai dengan semester I-2017 menunjukan sinyal perbaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal itu terbukti dari tingkat inflasi pada bulan puasa dan lebaran tahun ini yang relative stabil dibandingkan dengan inflasi periode yang sama selama 3 tahun terakhir.
Hal yang sama juga dirasakan oleh PT First Indo American Leasing Tbk (FINN). Dimana tahun 2017 berbagai indikator Perusahaan mencatatkan kinerja positif dibanding periode sebelumnya.
Penyaluran pembiayaan satu ini di semester I – 2017 tumbuh signifikan mencapai Rp423,3 Miliar, atau meningkat 86.54% dibandingkan semester I tahun sebelumnya.
Portfolio penyaluran pembiayaan masih di dominasi oleh kredit kendaraan roda 4 bekas pakai, baik itu kendaraan niaga maupun kendaraan penumpang.
“Melihat kinerja semester I (tahun ini), Kami optimis bahwa target penyaluran pembiayaan sebesar Rp1 Triliun yang ditetapkan di awal tahun ini dapat tercapai. Namun tetap, prinsip kehati-hatian harus terus diutamakan. Kami berupaya menjaga pertumbuhan aset dengan tetap menjaga kualitas aset,” ujar Direktur Utama Perseroan, Sumartono Mardjuki di Jakarta, Selasa, 25 Juli 2017.
Dari sisi aset, tahun ini Perseroan mencatatkan total aset mencapai sebesar Rp1,2 Triliun, atau meningkat 48,73% dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp807,3 Miliar.
Hasil positif itu didukung oleh perolehan laba bersih yang mencapai Rp6,1 Miliar di paruh pertama tahun ini, atau meningkat drastis dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 Miliar atau setara dengan 59,53%. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More