Gedung CIMB Niaga
Poin Penting
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini tumbuh tipis 0,53 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun.
Sementara itu, laba sebelum pajak konsolidasi (audited) tercatat Rp8,8 triliun pada 2025. Kinerja tersebut menghasilkan earnings per share (EPS) sebesar Rp273,53.
Dari sisi top line, pendapatan bunga perseroan mencapai Rp24,67 triliun atau naik 1,83% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp24,22 triliun pada tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban bunga Rp11,19 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BNGA tercatat Rp13,48 triliun atau tumbuh 1,58 persen YoY.
Baca juga: Transformasi Bisnis, CIMB Niaga Gencar Hadirkan Digital Branch
Dari sisi intermediasi, total kredit/pembiayaan naik 4,5 persen YoY menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat yang naik 6,7 persen YoY, disusul Perbankan Konsumer tumbuh 3,4 persen YoY dan Usaha Kecil Menengah (UKM) meningkat 2,0 persen YoY.
Kenaikan kredit ritel terutama ditopang pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang melonjak 10,1 persen YoY.
Sementara itu, permodalan dan likuiditas tetap terjaga solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,8 persen dan loan to deposit ratio (LDR) di level 86,8 persen.
Hingga 31 Desember 2025, total aset konsolidasian mencapai Rp372,7 triliun, memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Baca juga: CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 3,8 persen YoY menjadi Rp270,5 triliun. Pertumbuhan ditopang kenaikan current account saving account (CASA) sebesar 10,1 persen YoY menjadi Rp189,5 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 70,0 persen.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81 perse. Sementara itu, cost of credit (CoC) turun menjadi 0,74 persen.
Dari segmen syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatat total pembiayaan sebesar Rp55,7 triliun dan DPK Rp50,3 triliun per 31 Desember 2025.
Perseroan terus memperkuat struktur pendanaan melalui pengembangan jaringan berbasis komunitas dan kemitraan strategis berbasis prinsip syariah guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.
Baca juga: OJK Naikkan Free Float Jadi 15 Persen, CIMB Niaga Siap Ikuti Regulasi
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan capaian 2025 mencerminkan konsistensi performa dan fundamental bisnis yang sehat.
“Kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan, sehingga semakin memperkokoh landasan untuk terus bertumbuh sekaligus memberikan nilai jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menambahkan, memasuki 2026, CIMB Niaga akan fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin. Dengan strategi Forward30, perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More