News Update

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting

  • CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara tahunan dengan pendapatan bunga bersih naik 1,58%.
  • Kredit meningkat 4,5% menjadi Rp238,3 triliun dan dana pihak ketiga naik 3,8%, didorong pertumbuhan CASA 10,1% dengan rasio mencapai 70%.
  • Permodalan dan kualitas aset tetap kuat, tercermin dari CAR 24,8%, NPL rendah 1,81%, dan total aset mencapai Rp372,7 triliun.

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini tumbuh tipis 0,53 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak konsolidasi (audited) tercatat Rp8,8 triliun pada 2025. Kinerja tersebut menghasilkan earnings per share (EPS) sebesar Rp273,53.

Dari sisi top line, pendapatan bunga perseroan mencapai Rp24,67 triliun atau naik 1,83% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp24,22 triliun pada tahun sebelumnya.

Setelah dikurangi beban bunga Rp11,19 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BNGA tercatat Rp13,48 triliun atau tumbuh 1,58 persen YoY.

Baca juga: Transformasi Bisnis, CIMB Niaga Gencar Hadirkan Digital Branch

Dari sisi intermediasi, total kredit/pembiayaan naik 4,5 persen YoY menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat yang naik 6,7 persen YoY, disusul Perbankan Konsumer tumbuh 3,4 persen YoY dan Usaha Kecil Menengah (UKM) meningkat 2,0 persen YoY.

Kenaikan kredit ritel terutama ditopang pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang melonjak 10,1 persen YoY.

Likuiditas Kuat, CASA dan Aset Terus Naik

Sementara itu, permodalan dan likuiditas tetap terjaga solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,8 persen dan loan to deposit ratio (LDR) di level 86,8 persen.

Hingga 31 Desember 2025, total aset konsolidasian mencapai Rp372,7 triliun, memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Baca juga: CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 3,8 persen YoY menjadi Rp270,5 triliun. Pertumbuhan ditopang kenaikan current account saving account (CASA) sebesar 10,1 persen YoY menjadi Rp189,5 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 70,0 persen.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81 perse. Sementara itu, cost of credit (CoC) turun menjadi 0,74 persen.

Segmen Syariah dan Strategi 2026

Dari segmen syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatat total pembiayaan sebesar Rp55,7 triliun dan DPK Rp50,3 triliun per 31 Desember 2025.

Perseroan terus memperkuat struktur pendanaan melalui pengembangan jaringan berbasis komunitas dan kemitraan strategis berbasis prinsip syariah guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.

Baca juga: OJK Naikkan Free Float Jadi 15 Persen, CIMB Niaga Siap Ikuti Regulasi

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan capaian 2025 mencerminkan konsistensi performa dan fundamental bisnis yang sehat.

“Kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan, sehingga semakin memperkokoh landasan untuk terus bertumbuh sekaligus memberikan nilai jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, memasuki 2026, CIMB Niaga akan fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin. Dengan strategi Forward30, perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

4 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago