Jakarta–Perusahaan pemilik jaringan toko ritel modern home improvement dan bahan bangunan (Mitra10) serta home furnishing (Atria), PT Catur Sentosa Adiprana Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 51% atau mencapai Rp35 milyar pada semester I 2016.
Corporate Secretary Catur Sentosa Adiprana, Idrus Widjajakusuma menerangkan, lonjakan tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan sebesar 10,5% menjadi Rp3,9 triliun dan perbaikan gross profit margin, dari 13.4% pada semester I-2015 menjadi 14.2% di enam bulan pertama 2016.
Segmen distribusi memberikan kontribusi sebesar 71% dari total penjualan konsolidasi, sedangkan segmen ritel moderen berkontribusi 29%.
“Untuk segmen dengan tingkat pertumbuhan tertinggi adalah segmen distribusi consumer goods/FMCG yakni sebesar 26%, kemudian segmen distribusi bahan bangunan 12% dan ritel modern sebesar 5%,” kata Idrus dalam siaran persnya, Senin, 1 Agustus 2016.
Ia menuturkan, perseroan akan terus meningkatkan pertumbuhan dengan memperkuat kinerja segmen distribusi khususnya di bahan bangunan dan consumer goods serta ritel modern Mitra10, seiring dengan tingginya kebutuhan akan bahan bangunan untuk renovasi atau peremajaan rumah tinggal.
Untuk menopang target penjualan 2016 sebesar Rp8,5 triliun, perseroan telah menyiapkan capex sebesar Rp300 miliar dengan rincian alokasi, segmen ritel modern Rp 250 miliar dan capex segmen distribusi sebesar Rp50 miliar.
“Perkembangan aksi korporasi Perseroan yang telah rampung yakni penambahan modal melalui HMETD dengan total peraihan dana sebesar Rp492 miliar yang dibukukan sebagai tambahan pada modal inti,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More