Manajemen BTN; Kinerja positif. (Foto: Paulus Yoga)
Kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 18,33% dari Rp106,58 triliun pada semester I 2014 menjadi Rp126,12 triliun di semester I 2015. Dwitya Putra
Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih Rp831 miliar di semester I 2015. Jumlah tersebut naik 54,25% jika dibanding dengan perolehan di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp539 miliar.
Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, hasil tersebut didukung oleh perolehan nett interest income perseroan di semester I 2015 sebesar Rp3,18 triliun atau meningkat 19,06% dari tahun sebelumnya Rp2,67 triliun.
Dengan pencapaian tersebut, Maryono optimis tahun ini pihaknya bisa membukukan pertumbuhan laba di atas 40%. “Kita optimis, karena peluang untuk tumbuh masih sangat terbuka,” kata Maryono di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.
Dalam paparan kinerjanya, per 30 Juni 2015, BTN berhasil membukukan pertumbuhan asset 14,99% atau mencapai Rp155,95 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 18,33% dari Rp106,58 triliun pada semester I 2014 menjadi Rp126,12 triliun di semester I 2015.
“Kami punya target pertumbuhan kredit sampai akhir tahun bisa tembus 14%-16%,” tambah Maryono.
Perseroan optimis mengejar target pertumbuhan kredit sampai akhir tahun mengingat permintaan pasar terhadap rumah masih sangat besar. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More
Poin Penting Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global, termasuk tensi geopolitik… Read More
Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,78 persen ke level 9.018,26 dan sempat menyentuh 9.021,14, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas kompak naik pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, baik untuk produk… Read More