Direksi BTN; Paparan kinerja Q3-2015. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih sembilan bulanan sebesar Rp1,22 triliun, naik 61,8% dibanding raihan Rp755 miliar pada triwulan III-2014.
“Di tengah pelemahan ekonomi nasional, kinerja Bank BTN justru menunjukkan peningkatan. Kinerja perseroan rata-rata tumbuh di atas industri nasional,” ujar Direktur Utama BTN, Maryono di Menara BTN, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2015.
Ia optimis perseroan bisa mencapai target setahunan karena peluang untuk meningkatkan potensi yang ada masih sangat terbuka lebar.
Perolehan laba BTN ditopang oleh kinerja perkreditan yang tumbuh 19,04% menjadi Rp131,58 triliun. Ini mendukung pendapatan bunga bersih perseroan melonjak 24,43% secara setahunan menjadi Rp4,96 triliun. Pendapatan operasional lainnya pun melonjak 33,01% menjadi Rp785 miliar.
Sementara itu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 22,22% menjadi Rp124,47 triliun. Sedangkan total aset meningkat 16,58% menjadi Rp166,04 triliun.
Adapun rasio keuangan lainnya tercatat rasio kredit bermasalah (NPL) membaik menjadi 3,18% net dan 4,50%, marjin bunga bersih (NIM) 4,77%, rasio kecukupan modal (CAR) 15,78%, rasio kredit terhadap DPK (LDR) 105,71% dan kredit terhadap pendanaan (LFR) 98,83%, return on assets (ROA) 1,50% dan return on equity (ROE) 15,13%. (*) Paulus Yoga
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More