Perbankan

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting

  • BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang pertumbuhan pembiayaan yang solid
  • Pembiayaan mencapai Rp319 triliun atau tumbuh 14,49 persen yoy, dengan kualitas aset tetap sehat tercermin dari NPF gross di level 1,81 persen
    DPK tumbuh 16,20 persen menjadi Rp380 triliun, ditopang tabungan yang naik 15,7 persen (termasuk tabungan haji Rp15,9 triliun).

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI melanjutkan kinerja positifnya dengan membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025. Capaian ini naik 8,02 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, peningkatan laba bersih turut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang meningkat 14,49 persen yoy menjadi Rp319 triliun hingga akhir 2025.

“Untuk pembiayaan, kualitas pembiayaan atau NPF gross terjaga di 1,81 persen,” jelas Anggoro dalam konferensi pers paparan kinerja 2025, 6 Februari 2026.

Baca juga: Resmi Jadi Persero, BSI Perkuat Peran Sebagai Bank Emas

Kinerja intermediasi lainnya juga solid. Sepanjang 2025, dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat sebesar Rp380 triliun atau tumbuh 16,20 persen yoy.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong pos tabungan yang mengalami pertumbuhan double digit 15,7 persen menjadi Rp163 triliun di sepanjang 2025.

“Tadi untuk tabungan tentu saja salah satu yang menjadi penopang tabungan kita adalah tabungan haji, di mana saat ini Rp15,9 triliun tabungan haji atau tumbuh 10,03 persen year on year,” ucap Anggoro.

Baca juga: Milad 5, BSI Gaungkan Langkah EMAS Generasi EMAS

Kinerja positif 2025 juga tak lepas dari pertumbuhan bisnis BSI naik signifikan 78,6 persen atau menjadi Rp22,9 triliun triliun pada periode yang sama.

Berdasarkan kinerja keuangan tersebut, total aset BSI hingga akhir 2025 tumbuh 11,64 persen yoy menjadi Rp456 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

12 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

12 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

12 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

13 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

14 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

14 hours ago