BNI Syariah; Siap tampung dana BPJS Kesehatan. (Foto: Erman Subekti).
Meski kondisi makro ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, di periode triwulan kedua tahun 2015 BNI Syariah menunjukan kinerja yang positif. Rezkiana Nisaputra
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) mencatatkan profitabilitasnya di semester I 2015 sebesar Rp99,94 miliar atau mengalami peningkatan 50,33% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yakni mencapai Rp66,48 miliar.
Menurut Head of Corporate Secretary & Communication Divison BNI Syariah, Endang Rosawati, pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,24% year-on-year (yoy) menjadi Rp16,74 triliun dimana periode sebelumnya pembiayaan mencapai Rp13,37 triliun. “Faktor pendorong lainnya, yakni bertumbuhnya penghimpunan dana masyarakat sebesar 28,22 % yoy dari semula Rp13,51 triliun menjadi Rp17,32 triliun,” ujar Endang dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2015.
Dari total pembiayaan sebesar Rp16,74 triliun sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,17%. Kemudian diikuti oleh pembiayaan produktif UKM 22,07%, selanjutnya oleh pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,3%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,29%.
“Di tengah kondisi makro ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan, memasuki periode triwulan kedua tahun 2015 BNI Syariah menunjukan kinerja yang positif,” tukasnya.
Untuk pembiayaan konsumtif lanjut dia, di dominasi oleh pembiayaan Griya iB Hasanah yaitu dengan komposisi 84,07%. Dia mengungkapkan, pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dengan hati-hati agar kualitas pembiayaan dapat tetap terjaga dengan baik. Dimana NPF gross di semester ini sebesar 2,42%.
“Pembiayaan pada sektor griya sebagai sektor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dominan pada segment first home buyer dan dengan range harga rumah berkisar Rp200 juta sampai Rp500 juta. Hal ini yang turut menjaga NPF agar tetap rendah,” ucapnya.
Adapun DPK saat ini memiliki kompisisi CASA (dana murah) sebesar 46,86 %. Didukung dengan teknologi dan jaringan PT Bank BNI sebagai induk, Tabungan BNI Syariah memiliki fitur yang cukup lengkap untuk mempermudah transaksi bagi para penggunanya.
“Kemudahan ini serta jaringan outlet BNI yang juga berfungsi sebagai Syariah Channeling Outlet turut berkontribusi pada pertumbuhan dana tabungan BNI Syariah, ditambah lagi dengan perpindahan dana jamaah Haji dari BNI Induk kepada BNI Syariah sesuai pelaksanaan peraturan Kementerian Agama yang mewajibkan jamaah haji untuk menyetorkan ONH melalui perbankan syariah,” tambahnya.
Pertumbuhan laba semester ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif tetap sebesar 90,36 % menjadi 90,39 % pada periode yang sama.
Adapun dari dana sukuk yang terhimpun sebesar Rp500 miliar pada bulan Mei 2015, sebesar Rp294,56 miliar telah direalisasikan pada pembiayaan, sedangkan sisanya diharapkan akan terserap dalam beberapa bulan ke depan.
“InsyaAllah dengan semangat Ramadhan yang baru saja usai, BNI Syariah akan meningkatkan semangat kerja keras untuk memberikan yang terbaik sesuai kaidah,” tutupnya. (*)
—-
Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More
Poin penting Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun divonis penjara seumur hidup atas kasus suap… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp20 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 15,9% ke… Read More
Poin Penting KB Bank melalui GenKBiz Yogyakarta mendukung wirausaha muda berbasis ESG dengan program inkubasi… Read More
Poin Penting OJK berencana menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari saat… Read More
Poin Penting KBMI 1 mencakup 59 bank atau 56 persen bank umum nasional. Meski aset… Read More