Suramadu; Proyek WIKA. (Foto: Dok. WIKA)
Total aset WIKA di akhir Juni 2015 mencapai Rp17,05 triliun, atau mengalami peningkatan dari periode Juni 2014 sebesar Rp15,91 triliun. Dwitya Putra
Jakarta–PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan laba bersih sebesar Rp200,49 miliar di semester I-2015. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 29,07% bila dibanding raihan di periode yang sama tahun sebelumnya Rp282,65 miliar.
Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan WIKA, Rabu, 5 Agustus 2015, penurunan tersebut dipengaruhi oleh merosotnya penjualan dari Rp5,85 triliun di Juni 2014, menjadi Rp4,78 triliun di akhir Juni 2015.
Sementara beban pokok penjualan WIKA juga masih sangat tinggi mencapai Rp4,28 triliun di Juni 2015. Sedangkan beban penjualan mencapai Rp3,52 miliar, beban umum dan administrasi mencapai Rp180,85 miliar.
Sedangkan total aset di akhir Juni 2015 mencapai Rp17,05 triliun, atau mengalami peningkatan dibanding aset pada periode Juni 2014 sebesar Rp15,91 triliun. Posisi liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing mencapai Rp12,06 triliun dan Rp14,98 triliun.
Sekedar informasi, WIKA merupakan salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia dari hasil nasionalisasi perusahaan Belanda, Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co atau NV Vis en Co, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 1960 dan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) No. 5 tanggal 11 Maret 1960, WIKA lahir dengan nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja.
WIKA sukses dalam melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 35% kepada public pada 29 Oktober 2007, di Bursa Efek Indonesia. Setelah IPO, pemerintah Republik Indonesia memegang 68,4%, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat, termasuk karyawan, melalui Management Stock Ownership Program (MSOP), Employee Stock Allocation (ESA), dan Employee/ Management Stock Option (E/MSOP). (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More