Garap Bisnis Digital Segmen Enterprise, Telkom Kerjasama dengan Cisco
Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah melaporkan kinerja keuangan untuk tahun buku 2023 dengan mencatatkan laba bersih naik 18,34 persen menjadi Rp24,56 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,75 triliun.
Peningkatan laba bersih tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan TLKM sebanyak 1,30 persen menjadi Rp149,21 triliun di tahun 2023 dari Rp147,30 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Laba Susut Saat Pendapatan Naik, Begini Penjelasan Bos Bumi Serpong Damai
Kemudian dari sisi beban, beban penyusutan dan amortisasi menurun sebesar 1,78 persen menjadi Rp32,66 triliun, diikuti oleh beban pemasaran yang turun 10,16 persen menjadi Rp3,53 triliun.
Lalu, untuk beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi tercatat sebesar Rp39,71 triliun, beban karyawan sebanyak Rp15,92 triliun, beban interkoneksi Rp6,36 triliun, serta beban umum dan administrasi senilai Rp6,09 triliun.
Baca juga: Gandeng Ericsson, Telkomsel Perkuat Pengembangan Evolusi 5G
Di sisi lain, laba per saham TLKM juga mengalami peningkatan menjadi Rp247,92 per saham di tahun 2023 dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp209,49.
Berdasarkan capaian tersebut, total aset TLKM tercatat sebesar Rp287,04 triliun atau naik 4,31 persen dari Rp275,19 triliun, dengan rincian total ekuitas Rp15,56 triliun dan total liabilitas Rp130,48 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More