Jakarta–PT Astra International Tbk (Grup Astra) mencatatkan penurunan laba bersih per saham sebesar 25% menjadi Rp357. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi bisnis yang tak kondusif akibat perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang 2015.
Pada periode tersebut, laba bersih sebelum penurunan nilai properti pertambangan batu bara menurun 20% menjadi sebesar Rp16 triliun.
“Kami masih bersikap hati-hati terhadap prospek bisnis mendatang, namun dengan didukung kemampuan Perseroan menghasilkan kas yang baik serta neraca keuangan yang kuat, Perseroan terus berinvestasi bagi masa depan, dan siap memanfaatkan peluang dari setiap perbaikan kondisi ekonomi” ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT. Astra International Tbk.
Prijono menjelaskan, Perseroan menghadapi pelemahan harga komoditas daun penurunan konsumsi domestik, sekaligus meningkatnya kompetisi dari sektor penjualan mobil, dan merosotnya kualitas kredit korporasi yang mengakibatkan penurunan kontribusi di semua segmen kecuali teknologi informasi. (*)
Poin Penting BNI membawa 10 UMKM binaan untuk tampil di pameran Dhawafest Pesona 2026 di… Read More
Poin Penting BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,03 triliun atau 65% dari laba bersih 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS turun Rp52.000 per gram pada 10 Maret 2026.… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,37% ke Rp16.886 per dolar AS pada perdagangan 10 Maret… Read More
Poin Penting IHSG dibuka rebound 1,68% pada perdagangan 10 Maret 2026 ke level 7.460,73, setelah… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi lanjut koreksi pada perdagangan 10 Maret 2026 dengan level yang perlu… Read More