Manajemen OCBC NISP; Terapkan GCG. (Foto: Budi Urtadi)
Laba Bersih OCBC NISP Naik 23%
Jakarta-PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) pada triwulan I 2016 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 23% secara year on year (yoy) menjadi Rp457 miliar yang antara lain didukung oleh terkendalinya pertumbuhan biaya disamping pertumbuhan volume usaha. Pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 9% (YoY) menjadi Rp 89,6 triliun.
Disamping itu, kredit tumbuh sebesar 22% (yoy) menjadi Rp85,1 triliun dengan tetap terjaganya kualitas aset secara optimal, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 1,4% dan net sebesar 0,8% per 31 Maret 2016. Sejumlah rasio kinerja keuangan lainnya juga berada pada tingkat yang cukup baik, seperti rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) 18,0%, Return On Equity (ROE) 11,0% dan Return On Asset (ROA) 2,0%.
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan Perseroan mengawali tahun 2016 dengan tetap menjaga pertumbuhan yang sehat pada portofolio kredit dan simpanan nasabah, di tengah pasar yang penuh tantangan. “Dengan pengukuran risiko yang efektif dan pengelolaan biaya yang baik serta pendekatan yang disiplin dalam mengembangkan bisnis, fundamental Bank terus diperkuat untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Parwati dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 26 April 2016.
Dia menambahkan, sinergi kuat dengan OCBC Bank sebagai pemegang saham pengendali juga memberikan manfaat bagi Bank OCBC NISP dalam meraih peluang bisnis regional, dan pada saat yang sama terus memperkuat posisi bank dalam industri perbankan di Indonesia.
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More