Poin Penting
Jakarta – Kinerja PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mengalami tekanan. Ini tercermin dari laba bersih perseroan yang turun 37 persen menjadi USD21 juta di September 2025.
Penurunan laba bersih tersebut dipicu pendapatan ESSA yang terkoreksi sebanyak 13 persen menjadi USD200 juta hingga September 2025 dari USD230 juta.
Tekanan lain datang dari harga amoniak yang mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara harga LPG juga mengalami sedikit penurunan sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian, pada kuartal ketiga terjadi pemulihan harga amoniak sebesar 7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Baca juga: Unilever Kantongi Laba Bersih Rp3,33 Triliun di September 2025, Naik 10,82 Persen
“Harga amoniak juga menunjukkan tren pemulihan pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal sebelumnya, dan kami terus melihat penguatan harga memasuki kuartal ke-empat,” kata Presiden Direktur and CEO ESSA, Kanishk Laroya dalam keterangan resmi dikutip 23 Oktober 2025.
Lebih jauh Kanishk menjelaskan fasilitas produksi amoniak perseroan mencapai tingkat utilisasi sebesar 113 persen selama kuartal III 2025. Ini didukung oleh total 9,1 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI).
“Sementara itu, kilang LPG mencatatkan 6,3 juta jam kerja aman kumulatif tanpa LTI, menandai lebih dari enam tahun operasi berkelanjutan tanpa plant trip dengan tingkat ketersediaan fasilitas sebesar 99,7 persen selama sembilan bulan pertama tahun 2025,” ucap Kanishk.
Kanishk menambahkan, pencapaian ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang akan membentuk masa depan ESSA, khususnya dalam pengembangan amoniak rendah karbon dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Baca juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Catat Laba Bersih Rp348,55 Miliar, Ini Penopangnya
Hal itu tercermin dari kelancaran operasi perseroan pada kuartal III 2025 setelah rampungnya perawatan di pemasok gas hulu.
Sementara, fundamental operasional ESSA tetap berada pada tingkat yang kuat, dikarenakan gangguan pasokan gas hulu untuk fasilitas amoniak telah sepenuhnya selesai pada akhir kuartal II 2025.
Hal tersebut memungkinkan pabrik mencapai tingkat utilisasi sebesar 123 persen pada kuartal III 2025 dibandingkan 112 persen pada kuartal sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More