Market Update

Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Melonjak 70,6 Persen di Kuartal III 2025

Poin Penting

  • Laba Cisadane Sawit melonjak 70,6 persen yoy menjadi Rp213,92 miliar pada kuartal III 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan hingga Rp1,33 triliun serta efisiensi biaya.
  • Kinerja ditopang produksi dan harga jual yang lebih tinggi, di mana harga CPO naik 15,7 persen, TBS 24,3 persen, dan kernel 69,4 persen yoy seiring beroperasinya tiga pabrik kelapa sawit (PKS).
  • Aset dan ekuitas meningkat solid, masing-masing naik 12,4 persen menjadi Rp2,53 triliun dan 15,5 persen menjadi Rp1,50 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang kian kokoh.

Jakarta – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membukukan kinerja positif di kuartal III 2025. Laba bersih CSRA melonjak 70,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp213,92 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp125,39 miliar.

Kinerja positif tersebut didorong pendapatan perseroan yang juga melonjak dari Rp758,78 miliar di September 2024 menjadi Rp1,33 triliun pada September 2025. Lonjakan ini ditopang oleh peningkatan penjualan, serta penekanan pada biaya yang ketat.

Baca juga: Kemenkop Dorong Hilirisasi Sawit Melalui Koperasi Sekunder Merah Putih

“Hal ini didorong oleh peningkatan produksi CPO dan Kernel yang sangat signifikan sehubungan dengan telah beroperasinya ketiga PKS Perusahaan serta peningkatan harga jual rata-rata yang lebih tinggi secara tahunan. Harga jual CPO meningkat sekitar 15,7 persen yoy pada September 2025, sedangkan harga jual TBS dan kernel juga naik masing-masing sebesar 24,3 persen dan 69,4 persen yoy,” ucap Manajemen CSRA dikutip 31 Oktober 2025.

Perseroan juga secara aktif melakukan penanaman ulang yang berkelanjutan dengan varietas benih berkualitas tinggi. Hasilnya tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memastikan keberlanjutan jangka panjang operasional perusahaan.

Pada periode kuartal III 2025, yield Tandan Buah Segar (TBS) berada di angka 14,1 ton/ha, meningkat dari 13,6 ton/ha yang dicapai pada 9M24 akibat praktik agronomi yang mumpuni.

Baca juga: Metrodata Electronics (MTDL) Catat Laba Bersih Tumbuh 3,1 Persen Jadi Rp469,6 Miliar

Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan laba, total aset perseroan turut terdongkrak 12,4 persen menjadi 2,53 triliun per 30 September 2025 dari tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp2,25 triliun. Rinciannya, total liabilitas pada September 2025 mencapai Rp1,03 triliun, meningkat sebesar 8,2 persen dibandingkan dengan akhir 2024.

Selain itu, posisi ekuitas berada di level Rp1,50 triliun per 30 September 2025, meningkat sebesar 15,5 persen dibandingkan posisi pada akhir 2024. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

37 mins ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

13 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

20 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago