Ilustrasi: Gedung BRI. Foto: Istimewa.
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat laba bersih tahun berjalan secara bank only hingga Agustus 2025 sebesar Rp32,60 triliun. Angka ini terkontraksi 9,93 persen secara tahunan (year on year/yoy) bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp36,20 triliun.
Meski terjadi penurunan laba, fungsi intermediasi BRI tercatat positif. Perolehan laba hingga Agustus 2025 ini ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp1.273,09 triliun, naik 5,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp1.203,68 triliun.
Baca juga: Volume Transaksi AgenBRILink Tembus Rp1.145,22 Triliun di Agustus 2025
Kredit itu mengalir ke kantong BBRI sebagai pendapatan bunga mencapai Rp109,428 triliun atau naik 1,11 persen yoy, dibandingkan Agustus 2024 yang senilai Rp108,213 triliun. Sementara, beban bunga juga mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen yoy menjadi Rp34,74 triliun.
Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI menjadi Rp74,688 triliun, meningkat 1,43 persen yoy dari Agustus 2024 yang senilai Rp73,63 triliun.
Baca juga: BRI Dinobatkan BUMN Terbaik 2025 di Ajang The Asian Post Indonesia Economic Summit 2025
Kemudian, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BRI terkumpul Rp1.470,73 triliun per Agustus 2025, dengan komposisi giro Rp418,17 triliun, tabungan Rp545,99 triliun, dan deposito Rp506,56 triliun. Adapun total DPK ini naik 9,02 persen yoy.
BRI juga mencatatkan pertumbuhan total aset yang naik 6,31 persen yoy menjadi Rp1.925,03 triliun di Agustus 2025 dari Rp1.810,72 triliun pada tahun sebelumnya atau Agustus 2024. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More