Laba Bersih BFIN Meroket 61,3% di 2021, Jadi Rp1,13 Triliun

Laba Bersih BFIN Meroket 61,3% di 2021, Jadi Rp1,13 Triliun

Terganjal Kasus Sengketa Kepemilikan, Saham BFIN Terus Merosot
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berhasil mencatatkan kinerja positif dan pertumbuhan solid pada tahun buku 2021.

Perusahaan berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,13 triliun atau tumbuh 61,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perusahaan berhasil meningkatkan performa bisnisnya sepanjang tahun 2021. Salah satunya ditandai dengan profit yang meningkat lebih dari 60%. Selain itu, Return on Assets (RoA) dan Return on Equity (RoE) masing-masing berada di level 9,6% dan 16,2%. Rasio keuangan ini bergerak positif dan didukung dengan pencadangan yang hati-hati, meskipun kualitas aset terus membaik,” ujar Sudjono, Direktur Keuangan BFI Finance, Kamis, 17 Febuari 2022.

Sudjono mengatakan perolehan laba tersebut ditopang oleh nilai pembiayaan baru (booking) yang mencapai sebesar Rp13,7 triliun atau mengalami kenaikan 79,8% year-on-year (yoy) dan 30,2% quarter-on-quarter (qoq). Kenaikan booking yang cukup besar itu terjadi di kuartal IV 2021, seiring dengan pulihnya kondisi pandemi serta peningkatan aktivitas bisnis pada umumnya.

Disisilain, Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) dari total piutang yang dikelola turun 47 bps yoy dari 1,72% menjadi 1,25%, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata industri multifinance sebesar 3,53% per 31 Desember 2021.

“NPF coverage mencapai 4,6 kali dari rasio NPF bruto sebesar 1,25%, sementara itu NPF neto kami sangat rendah, hanya di angka 0,23%,” tambah Sudjono.

Hal ini juga sejalan dengan nilai restrukturisasi piutang yang kurvanya terus menurun. Per 31 Desember 2021, outstanding piutang yang direstrukturisasi tercatat turun hingga sebesar 71,7% dari angka tertinggi di kuartal III 2020, di mana 83,0% di antaranya telah kembali ke
angsuran normal.

Piutang restrukturisasi yang tersisa ini ditargetkan dapat diselesaikan seluruhnya di tahun mendatang.

“Selama hampir 40 tahun BFI Finance beroperasi, kami telah melewati banyak fase naik turunnya kondisi bisnis yang dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Kiat kami tak lain adalah dengan terus adaptif dan agile dalam menghadapi segala ketidakpastian. Saat ini nilai kapitalisasi pasar Perusahaan terus meningkat sejalan dengan kepercayaan pasar dan didukung oleh likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bisnis ke depannya,” jelas Sudjono.

Selama tahun 2021, catatan positif juga ditorehkan pada total aset dan piutang pembiayaan bersih. Sampai penghujung tahun lalu, BFI Finance telah membukukan aset senilai Rp15,6 triliun dengan piutang pembiayaan dikelola Rp14,6 triliun, atau meningkat sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Prestasi lain yang patut dibanggakan adalah pencapaian dari anak perusahaan yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) melalui platform PinjamModal.id, di mana sepanjang tahun 2021 berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp524 miliar, atau meningkat 76 kali
lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini tidak terlepas dari kemampuan business development serta sistem aplikasi yang dikembangkan selama ini.

Di awal tahun 2022, Perusahaan menyambut gembira rencana pemegang saham utama BFI Finance, Trinugraha Capital, yang mengajukan Tender Offer Sukarela untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di BFI Finance dengan terus menjaga status Perusahaan sebagai
perusahaan terbuka, serta hadirnya Bravo Investments Ltd yang dikendalikan oleh Jerry Ng sebagai calon pemegang saham pengendali tidak langsung.

“Kami yakin bahwa dengan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham dan stakeholders Perusahaan, BFI Finance akan semakin solid dalamengembangkan bisnisnya di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]