Direktur Keuangan ASLC, Armeza Umar dalam Paparan Publik di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat penurunan laba bersih sebesar 19 persen pada kuartal pertama (Q1) 2025, menjadi Rp13,7 miliar dari sebelumnya Rp17,0 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan ASLC, Armeza Umar, menjelaskan bahwa penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh komposisi produk yang dijual pada Q1 2025 yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di mana mobil yang dijual mempunyai harga jualnya lebih rendah dibandingkan 2024 kemarin sehingga kami juga ada sedikit koreksi di level laba bruto,” ujar Armeza dalam Paparan Publik di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025.
Baca juga: ASLC Bagikan Dividen Rp12,7 Miliar, Laba Bersih 2024 Naik Hampir 2 Kali Lipat
Meskipun laba bersih menurun, laba bruto Perseroan tercatat tumbuh 4,9 persen pada Q1 2025 menjadi Rp66,5 miliar, dibandingkan Rp63,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, pendapatan ASLC juga mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 21,4 persen, menjadi Rp222,5 miliar per Maret 2025 dari sebelumnya Rp183,3 miliar pada Maret 2024.
Baca juga: ASLC Optimis Bisnis Mobil Bekas Makin Moncer di 2025, Ini Pendorongnya
Pada Q1 2025, pendapatan ASLC masih didominasi oleh penjualan kendaraan bekas sebesar 69,5 persen. Kontribusi lainnya berasal dari jasa lelang sebesar 29,5 persen dan bisnis gadai sebesar 0,9 persen.
Adapun dari sisi neraca, Perseroan mencatat total aset senilai Rp985,3 miliar.
Sementara itu, nilai ekuitas dan liabilitas masing-masing tercatat sebesar Rp763,6 miliar dan Rp172,6 miliar. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Skema Back to Back Loan memungkinkan nasabah memperoleh dana tunai dengan menjaminkan deposito… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More
Poin Penting OJK menilai perkembangan AI di 2026 menjadi peluang strategis bagi industri modal ventura,… Read More